by

Tim Peningkatan Ekspor Diharapkan Jawab Hambatan Pelaku Ekspor

-Maluku-1,131 views

AMBON,MRNews.com,- Tim peningkatan ekspor Provinsi Maluku diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi para pelaku ekspor. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Maluku, Said Assagaff, saat melantik tim peningkatan ekspor Provinsi Maluku sekaligus membuka kegiatan Gathering Ekspor di lantai VII kantor Gubernur Maluku, Kamis (8/11/18).

“Tim ini diharapkan mampu membuat perubahan terutama memberikan kemudahan bagi dunia usaha yang akan melakukan ekspor dari Maluku, sehingga keberadaannya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terutama para pelaku ekspor,” ungkap Assagaff.

Dikatakan, merosotnya kinerja ekspor Maluku beberapa tahun terakhir telah berdampak pada penurunan daya saing regional, meskipun pelbagai kebijakan untuk mendorong peningkatan daya saing sudah dilakukan pemerintah. Hal yang sama juga telah dilakukan pelaku usaha melalui usaha-usaha efisiensi dan peningkatan produktivitas. Namun demikian, upaya tersebut dipandang belum membawa hasil memuaskan.

“Permasalahan-permasalahan mendasar yang menjadi faktor merosot dan berkembangnya ekspor dan daya saing di Maluku, antara lain, pertama, masalah tantangan geografis Maluku. Luasnya kepulauan Maluku secara otomatis membuat konektivitas dan aksesibilitas pada sentra-sentra produksi menjadi sangat berat dan mahal. Faktor lain terkait geografis Maluku yang berciri kepulauan serta terbatasnya anggaran yang mengakibatkan ketersediaan infrastruktur untuk mendukung peningkatan daya saing dan ekspor di daerah ini masih minim,” bebernya.

Ketiga, tambah Assagaff, upaya deregulasi beberapa peraturan di bidang transportasi masih menghadapi kendala dan hambatan, karena belum sinkronnya peraturan baik secara horinsontal (lintas K/L). Selain itu, proses pengangkutan komoditi atau produk ekspor dari sentra produksi menuju pelabuhan masih menghadapi kendala teknis di lapangan. Belum optimalnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung layanan ekspor juga masih dikeluhkan pelaku ekspor.

Keempat, perlunya peningkatan kapasitas masyarakat yang ada pada sentra-sentra produksi serta pelaku-pelaku usaha untuk memiliki pengetahuan, keterampilan atau kreativitas guna peningkatan hasil produksi dan kualitasnya. Bahkan, berdasarkan hasil diskusi dan survei lapangan oleh instansi terkait dengan beberapa pelaku ekspor, permasalahan pokok yang dihadapi para pelaku ekspor diantaranya, masalah biaya (cost), Waktu (time) dan layanan (services).

“Ketidaksinkronan peraturan (pusat-daerah dan lintas sektor), keamanan transportasi, dan proses dokumentasi barang yang belum berbasis IT, telah menciptakan biaya tinggi dalam proses pengiriman barang. Birokrasi ekspor, keterbatasan armada kapal dan belum sinkronnya jadwal pengangkutan, serta akses menuju pelabuhan dari sisi hinterland, dinilai juga menjadi penyebab tidak efisiennya proses pengangkutan komoditi ekspor dan memperpanjang waktu pengiriman barang. Demikian halnya dengan keterbatasan area konsolidasi barang menjadi penyebab permasalahan di sisi layanan pelabuhan,” bebernya.

Untuk itu, pelantikan tim peningkatan ekspor Maluku ini, disebut Assagaff, salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah bersama instansi vertikal lainnya untuk bahu membahu dan bekerja sama mendorong peningkatan ekspor Maluku. Sehingga

diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi para pelaku ekspor dan mampu membuat perubahan terutama memberikan kemudahan bagi dunia usaha yang akan melakukan ekspor dari Maluku.

“Terkait gathering ekspor, harapannya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tim yang sudah dilantik karena kegiatan ini sangat strategis, karena dihadiri pejabat atau instansi terkait, para ekportir serta narasumber dari kalangan profesional, akademisi dan praktisi untuk berdiskusi atau bertukar pikiran dan berbagi pengalaman sekaligus membangun jaringan strategis guna percepatan peningkatan ekspor produk-produk dari Maluku di level regional, nasional maupun internasional harus dimanfaatkan baik oleh tim sehingga tujuan kita membangkitkan ekspor menuju Maluku jaya, dapat terwujud,” tutup Assagaff. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed