by

Tim Kementerian PUPR Tinjau Kondisi Jembatan Kawanua yang Ambruk

AMBON,MRNews.com,- Tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI turun melihat penyebab utama ambruknya jembatan Kawanua yang terletak di lintas penghubung Jalan Nasional Tehoru-Laimu di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah dan Kecamatan Seram Bagian Timur (SBT).

Tim terdiri dari Direktur Pembangunan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Ir. Budi Harimawan, MEng.Sc, dan Kepala Subdirektorat Wilayah II.B, Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Heri Yugiantoro, ST. MT bersama-sama BPJN Maluku dan Satker PJN Wilayah II Maluku.

Selain melihat sebab utama ambruknya jembatan, tim melakukan perencanaan pembangunan jembatan yang disesuaikan dengan kondisi derasnya luapan air sungai serta panjangnya bentangan sungai.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Ir. S. Bambang Widyarta, MT dan Kepala Satker PJN Wilayah II Maluku Toce Leuwol, ST. MT bahkan masih berada di Pulau Seram guna mendampingi tim Kementerian PUPR RI untuk turun ke lokasi.

Leuwol katakan, kehadiran tim dari Kementerian PUPR RI ini adalah bukti bahwa PUPR Sigap untuk mengantisipasi semua kejadian terkini yang terjadi.

“Ditjen Bina Marga Kemeterian PUPR RI tidak tinggal diam sikapi putusnya jembatan Kawanua yang terletak di lintas penghubung Jalan Nasional,” tandasnya.

Komitmen itu ditunjukkan kata Leuwol dengan dirinya dan Kepala BPJN Maluku juga masih tetap berada di Pulau Seram bersama tim. Karena dengan melihat langsung kondisi arus sungai saat hujan deras seperti ini secara teknis akan lebih membantu proses perencanaan pembanguan jembatan baru.

“Apalagi Jembatan Kawanua adalah satu-satunya akses transportasi dan mobilisasi bahan pokok warga, untuk itu focus PURP adalah memberikan produk infrastruktur yang terbaik bagi masyarakat,” urainya.

Diketahui, lebatnya guyuran hujan beberapa hari ini hingga meningkatnya arus banjir yang kuat pada Senin (10/7) lalu sebabkan tergerusnya oprit jembatan Wai Tone Tana di ruas jalan Liang-Sp. Waipia Km.23+345 dan Jembatan Kawanua dengan total bentangan 520 meter yang terletak di lintas penghubung Jalan Nasional Tehoru-Laimu pun turut hanyut.

Jembatan Wai Tone Tana pada ruas jalan Liang – Sp. Waipia kini sudah bisa tertangani dan dapat dilewati kendaraan dan warga, sementara jembatan Kawanua rencananya akan dibuat Jembatan Bailey (darurat) untuk penanganan sementara.

Hal ini mengingat Jembatan Kawanua merupakan akses transportasi satu-satunya antar dua Kabupaten yakni Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Sehingga dipastikan hanyutnya jembatan Kawanua mengakibatkan transportasi dari dan menuju sebagian wilayah di kedua Kabupaten tersebut menjadi lumpuh total, termasuk mobilisasi bahan pokok tidak bisa diakses sama sekali. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed