by

Menuju Pembukaan Pesparani, Lampu Padam, PLN Dikecam

-Maluku-1,369 views

AMBON,MRNews.com,- H-1 menuju pembukaan pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katholik Nasional Pertama di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (27/10/2018), PT PLN Maluku-Maluku Utara dan PT PLN Cabang Ambon pun dikecam publik, secara langsung maupun via media sosial. Bagaimana tidak, disaat-saat persiapan menuju event akbar tersebut, lampu di Kota Ambon padam berulang-ulang kali sejak, Jumat (26/10/18) siang.

Padahal, para tamu kontingen Pesparani dari provinsi-provinsi sudah ada sejak kemarin dan menginap pada hotel, penginapan dan wisma di titik pusat Kota Ambon yang ditentukan panitia, harus menikmati kejadian buruk itu. Apalagi, tidak semua tempat menginap menggunakan genset untuk dioperasikan ketika lampu padam. Sehingga ada tamu yang harus rela beraktivitas dalam gelap. Bahkan kabarnya, ada kontingen yang ketika menikmati makan malam harus menggunakan lampu senter handphone. Hal ini pula sesuai pantauan media ini di beberapa penginapan para tamu kontingen.

“Jelas kalau seperti ini, tidak memberi rasa nyaman bagi tamu Pesparani yang menginap. Ini tandanya PLN tidak siap dan sangat mengecewakan. Kalau kegiatan masih lama tak masalah, tapi H-1 menuju pembukaan Pesparani. Keterlaluan dan miris. Seharusnya PLN siap. Alasan pun tak jelas, kalau ingin penghematan daya untuk besok, bukan begini caranya. Silahkan saja matikan lampu di rumah-rumah pejabat, kantor yang sudah selesai aktivitas. Bukan tempat menginapnya para tamu,” kecam ketua walang aspirasi rakyat Maluku (Waram), Chrestian Sea kepada media ini di Ambon, Jumat (26/10/18).

Menurut Sea, keadaan seperti ini jelas menjadi preseden buruk dari para tamu kepada panitia dan pemerintah termasuk PLN karena tidak sigap. Bahkan, bukan tidak mungkin kalau hal ini tidak segera teratasi, maka pada saat pembukaan dan sepanjang waktu perlombaan Pesparani hal demikian bisa terjadi.

“Belum lagi, masalah sampah yang menumpuk di lokasi-lokasi tempat menginap para tamu, dimana panitia terkait kurang sigap. Termasuk pula penataan parkir, pengerjaan trotoar yang menggangu aktivitas pejalan kaki, jalan-jalan ada berlubang. Ini semua tidak boleh dibiarkan dan mesti fokus, jangan sampai kita malu. Ini event nasional yang baru pertama kali digelar. Kita harapkan pula peran partisipasi masyarakat dalam menunjang pemerintah dan panitia untuk sukseskan Pesparani,” tegasnya.

Tak hanya Sea, kekecewaan dan kecaman terhadap PLN akan padamnya lampu pun datang dari salah seorang jurnalis Maluku, Josi Linansera.“PLN e. Kamong (kalian) ni macam seng (tidak) dukung Pesparani ka. Soalnya lampu samua (semua) padam ni,” tanya dia dalam dialek Ambon lewat akun facebooknya. Demikian juga Berty Tatang, yang kecewa dan anggap PLN tidak beragama. “PLN dong seng (tidak) masuk panitia ka, kalau masuk kenapa lampu mati, kamong (kalian) seng ada agama lai ka,” kesalnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed