AMBON,MRNews.com,- Meniatkan hati ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah Maluku yang sempat hilang dan dirampas, DPD KNPI Maluku berinisiasi melakukan diskusi untuk meramu dan menyatukan ide-gagasan untuk tujuan tersebut, dengan narasumber pakar rempah-remah dari dewan rempah Maluku, Marzuki Ilyas dan kepala dinas kehutanan provinsi Maluku, Sadli Ie, dihadiri oleh OKP, BEM, elemen mahasiswa terkait dan stakeholder lainnya, di Marina Hotel, Kamis (25/10/18).
“Ini pemikiran besar anak muda Maluku. Ratusan tahun lalu, Maluku pernah berjaya dari rempah-rempah, Pala dan Cengkeh yang nilainya lebih mahal dari emas. Dari rempah-rempah ini juga, awal penjajah datang ke Maluku dan menguasai seluruhnya. Diskusi publik bertemakan rempah Maluku titik peradaban dunia ini, tujuannya jelas, ingin mengembalikan kejayaan rempah Maluku, Pala dan Cengkeh sebagai kekuatan ekonomi Maluku dan bisa menjadi titik peradaban dunia. Karena lewat rempah, Maluku dikenal dan menjadi perhatian dunia kala itu,” ujar Ketua DPD KNPI Maluku, Subhan Pattimahu.
Diakui Pattimahu, ini juga sebagai awal menuju konferensi internasional pemuda negara jalur rempah karena akan dibahas berbagai hal termasuk bagaimana proses ekspor import rempah. Pasalnya, selama ini petani Pala dan Cengkeh di Maluku, belum bisa ekspor langsung, karena masalah transportasi, belum punya pelabuhan kapal ekspor import khusus, juga jalur khusus. Sehingga, lewat konferensi itu yang akan dihadiri tokoh-tokoh ekspor import Pala dan Cengkeh, dari dalam dan luar negeri dan kurang lebih 22 negara di jalur rempah-rempah dunia, diharapkan Maluku akan mendapatkan cara ekspor ke luar.
“Ada dana 90 Milliar lebih untuk pengembangan rempah-rempah di Maluku. Jujur saja, kita menggagas kegiatan tanpa tahu negara hal itu. Tapi itu bukan tujuan kita pemuda Maluku. Pemikiran kita, murni pengembangan Maluku dari sisi rempah-rempah dan menjadi pokok pikiran anak muda Maluku. Kalau memang pemerintah lewat kementrian pertanian sediakan dana 90 milliar lebih, kita apresiasi positif dan tetap mendukung, siap bekerjasama dengan Pemprov untuk mengembangkan kegiatan ini,”ujarnya.
Sementara itu, staf ahli Gubernur Maluku bidang kemasyarakatan dan SDM, Abdul Halim Daties sebelum membuka diskusi mengatakan, sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki potensi kekayaan alam melimpah, mulai dari potensi laut dan perikanannya, tambang, serta perkebunan rempah-rempah terutama komoditas pala dan cengkih. Karena itu, mencermati sejarah perjalanan rempah Maluku yang pernah menjadi primadona bagi bangsa-bangsa di dunia, tidaklah salah mendorong dan mengangkat kembali masa kejayaan itu sebagai upaya kebangkitan ekonomi Maluku.
“Sangatlah sesuai dengan tema Rempah Maluku Titik Peradaban Dunia, menjadi harga mati yang patut dilakukan. Kita harus bangkit dan membuktikan wilayah kepulauan Maluku masih jadi penghasil rempah nomor satu di dunia. Berbagai negara pengasil rempah terutama pala dan cengkih mengambil bibit dari kita dan mengembangkannya dengan baik dan mereka mengklaim negaranya penghasil rempah. Kondisi ini harusnya menjadi pelajaran buat kita,” tukasnya.
Pemuda kata dia, sebagai estafet kepemimpinan harus mampu memaksimalkan perannya dalam menjawab realitas hari ini. Sehingga diharapkan pemuda lebih kreatif dan diskusi publik ini harus jadi motor penggerak membangun dan memberikan kontribusi bagi kemajuan komoditas unggulan buat para petani pala dan cengkih maupun produk rempah lainnya. Serta berdampak positif bagi kemajuan sistem tata niaga rempah, karena sistem tata niaga rempah Maluku belum berjalan baik, sehingga belum bisa memberi dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan PAD. (MR-02)











Comment