AMBON,MRNews.com,- Inilah kebersamaan wartawan di Maluku. Tak ada stigama dan batasan antara Muslim maupun non Muslim. Makan bersama merupakan kebiasaan yang menjadi rutinitas Kamis atau Jumat setiap pekannya. Tujuanya tak lain untuk mempererat tali silaturahmi.
Tentu, rutinitas ini sebagai cermin dari falsafah hidup orang Maluku “Pela dan Gandong”. Faktanya, Kamis, 23 April 2020 menjelang satu Ramadhan 2020 1441 H atau sehari menjelang puasa bagi umat Muslim tepat di Rumah Singgah Jurnalis Maluku lantai tiga kantor Gubernur terlihat berbeda suasana.
Sekira pukul 12.30 WIT diatas meja di ruangan berukuran 5×5 meter yang disediakan Humas dan Protokoler dan Biro Umum Setda Provinsi Maluku bagi wartawan itu, terlihat Natje Rikumahu, Imel Bremeer, Fin Adrianus, Ety Delmaar, dan Aza Sameth.
Mereka para wartawati beragama Muslim dan Kristiani ini sibuk menyediakan hidangan makananan khas Maluku, ada Papeda, Ikan Kuah Kuning, Colo-colo, dan sayur Gudangan dan lainya yang dibawah dari rumah mereka masing-masing.
Suasana semakin ceria, sesekali candaan dan tawa disaat hidangan yang disediakan santap. Senyum kebersamaan tercermin. Tanpa ada batasan, terdengar seruan ajakan Natje Rikumahu untuk ketika ada teman wartawan lainya baru datang.
“Kawan mari katong makan, sebelum besok ale mulai berbuka puasa” kata Natje mengajak Elias Rumain, kawan wartawan Ambon Ekspress yang saat itu baru saja tiba.
Dikesempatan itu, Alex Sariwating wartawan senior LKBN Antara mengatakan, inilah kebersamaan. Makan bersama ini untuk mempererat hubungan sesama kawan “kuli tinta” dan orang basudara.
“Inilah kebersamaan. Inilah dibilang hidup orang basudara. Makan bersama ini dilakukan setiap Kamis atau Jumat untuk mempererat hubungan talih silaturahmi kita sesama wartawan baik Kristen maupun Muslim,” ujar Alex.
Sembari Alex mengajak agar hubungan antar sesama wartawan di Maluku tetap dirawat dan dijaga dengan baik. Sebab itu jadi kekuatan dan pemersatu dalam perbedaan.
“Hubungan ini katong harus jaga dan rawat akan dengan baik. Ini juga merupakan implementasi dari falsafah hidup orang Maluku, pela deng gandong yang sudah di wariskan leluhur,” ajak Alex. (MR-02)










Comment