Telutih,MRNews.com,- Warga Negeri Hatu, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah mengeluhkan tentang masalah belasan guru honorer yang adalah anak negeri, hingga kini belum juga diangkat oleh pemerintah. Padahal mereka telah honor diatas lima (5) tahun dan mengabdi di sekolah yang ada di negeri sampai saat ini. Keluhan itu disampaikan warga kepada Jeffry Daniel Waworuntu (JDW), calon anggota legislatif (Caleg) dapil Provinsi Maluku dari PDI Perjuangan saat sosialisasi pencalegan dan pengenalan diri pada warga negeri Hatu dan sekitarnya, Senin (21/1/19).
“Banyak anak negeri yang adalah guru honor
hingga saat ini belum diperhatikan pemerintah untuk diangkat jadi PNS/ASN. Padahal mereka sudah honor diatas lima tahun dan mengabdi, mendidik anak-anak penerus bangsa dan seluruhnya S1. Kami harapkan pa Jeffry pada waktunya ketika terpilih, bisa membantu sehingga mereka bisa diangkat,” kata Eki Tehuayo, yang turut diamini pula seorang guru, Alin Walalayo.
Pasalnya, para anggota dewan yang pada Pileg 2014 lalu menang di Hatu yaitu Welem Wattimena anggota DPRD Provinsi Maluku dari partai Demokrat dan Amri Amrullah Tuasikal anggota DPR RI dapil Maluku partai Gerindra, belum mampu merealisasikan apa yang diharapkan warga itu termasuk sekian masalah lainnya.
Sementara Ketua Saniri Negeri Hatu, Pace Walalayo mengaku, perjumpaan dengan JDW ini yang baru pertama kali terjadi di Negeri Hatu sejak 1971, sebagai Caleg DPR RI. Karenanya, perlu dinaikkan rasa syukur dan bangga, sebagai sesuatu berkat yang dianugerahkan Tuhan. “Warga Hatu dominannya sebagai petani, pengrajin dan guru. Namun begitu, kita bersyukur didatangi pa Jeffry untuk tatap muka dan serap aspirasi. Ini berkah, kami dukung, semoga beliau terpilih dan berjuang untuk aspirasi kita. Mari ikatkan persekutuan dan persatuan selaku orang percaya,” ujar Pace.
Terhadap aspirasi warga, JDW mengaku jika saat Pileg 17 April 2019 warga Hatu dan sekitarnya memilih JDW, caleg DPR-RI nomor 3 dari PDI-P dan bisa duduk selaku wakil rakyat Maluku di Senayan, maka dirinya komitmen memperjuangkan apa yang diharapkan. “Beri beta kesempatan, beta akan perjuangkan di DPR, ke pemerintah pusat, kementerian terkait dan pemerintah daerah terkait itu,” tukas JDW.
Suami Ruth Sahanaya itu merasa bersyukur bisa ada disini dan berjumpa warga negeri Hatu dan sekitarnya, meski harus menempuh perjalanan 4 jam Masohi-Hatu pulang pergi. Pasalnya sebagai calon wakil rakyat harus ketemu langsung dengan warga, untuk mendengar aspirasi mereka, tentang bagaimana BPJS, KIS, KIP, pendidikan, kesehatan, potensi ekonomi kreatif, berjalan maksimal atau tidak. Sehingga ketika dipercaya nanti ke Senayan bisa memperjuangkan aspirasi warga itu. (MR-02)










Comment