MALTENG,MRNews.Id . —ketua konsorsium pemekaran seram utara raya , Rusdi Pontoh, menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di tengah memanasnya situasi antara warga desa Sawai, Masihulan, dan Rumaolat. Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Jumat (5/4),
Rusdi mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar dari ketegangan yang terjadi.
“Konflik hanya akan melahirkan luka baru. Saatnya kita duduk bersama, mendengar satu sama lain, dan membangun kembali kepercayaan,” ujarnya
Ia juga menegaskan perlunya peran aktif pemerintah daerah dan tokoh adat dalam meredakan situasi. Menurutnya, kearifan lokal dan nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat harus kembali dihidupkan.
Konflik yang melibatkan ketiga desa tersebut dilaporkan dipicu oleh sengketa lahan dan batas wilayah, yang kemudian berkembang menjadi gesekan antarwarga. Hingga kini, aparat keamanan masih bersiaga untuk mencegah potensi bentrok lanjutan.
Rusdi berharap, inisiatif perdamaian ini bisa menjadi awal dari rekonsiliasi yang berkelanjutan, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah tersebut. (**)











Comment