by

Tim Riset Berdikari LPDP Politeknik Negeri Ambon Gelar FGD, Diseminasi Website dan Model Bisnis Digital

SAUMLAKI,MRNews,ID.- Tim riset kemitraan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Politeknik Negeri Ambon melaksanakan focus group discussion (FGD) dan diseminasi luaran riset, bersama pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) di Saumlaki, Selasa, (2/12/2025).

Kegiatan FGD dan diseminasi website wisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Adaut bertujuan untuk membuka peluang pengembangan website wisata dan UMKM desa khususnya bagi komunitas Tnyafar di Kepulauan Selaru.

Diketahui Riset yang menghasilkan website bagi desa ini merupakan kebutuhan membantu Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Dinas Pariwisata KKT.
Mengingat potensi wisata di Tanimbar begitu besar namun lemah pengelolaan sehingga terkesan lamban.

Sekda KKT, Brampi Moriolkosu memberi apresiasi atas pelaksanaan FGD yang memperkenalkan produk website.

” Pemda memberi apresiasi atas riset yang
dilakukan tim peneliti Politeknik Negeri Ambon yang didanai oleh Lembaga Pemberi Dana Pendidikan. Ini merupakan angin segar bagi Pemda yang selalu berbenah menjadikan KKT bukanlah identik dengan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) melainkan wilayah yang berkembang dan melek teknologi,” ujar Moriolkosu.

Sejalan dengan itu direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu mengatakan bahwa potensi KKT ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan pihaknya membuka kerjasama dengan pemda KKT dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Yakni dengan memberi kesempatan mengikuti pendidikan di bidang Destinasi wisata di Politeknik Negeri Ambon jalur beasiswa sehingga bisa mengakomodir kebutuhan SDM di wilayah KKT.

Asisten III KKT, P Uwuralu menambahkan pentingnya pengembangan beberapa wilayah atau destinasi wisata yang masih perlu dibenahi dan dipromosikan melalui platfon digital. Salah satunya adalah Pulau Matakus yang menjadi riset selanjutnya.

Ditambahkannya, jika potensi wisata dan ekonomi beberapa desa termasuk desa Adaut menjadi sasaran pengembangan lokasi Tnyafar yang hanya ada di desa Adaut sehingga menjadi perhatian Pemda terkait sarana infrastruktur jalan menuju lokasi Tynyafar khususnya Tnyafar Torimtubun yang menjadi objek riset tim peneliti.

Diketahui dari hasil monitoring tim peneliti bahwasanya website sudah bisa digunakan oleh admin desa yakni operator untuk menginput potensi wisata dan UMKM .

Karena itu, Tim peneliti Politeknik Negeri Ambon, mengharapkan pemanfaatan website harus berkelanjutan dan berkembang sehingga perlu dipersiapkan SDM yang cakap dan terampil dalam mengaplikasikan teknologi.

Ketua Tim peneliti, Sally Paulina Sandanafu menegaskan selain website, riset ini juga menghasilkan pusat informasi terkait desa dan juga masterplan untuk wilayah Tnyafar TTS yang dijadikan lokasi pengembangan wisata desa Adaut.

” Produk website wisata dan UMKM desa menjadi bukti bahwa desa Adaut terus bergerak maju mengembangkan potensi yang ada menuju masyarakat digital yang maju dan inovatif,” urai Sandanafu.

Dijelaskan lebih jauh jika tim juga dibeberapa kesempatan lalu telah melaksanakan pelatihan penggunaan website bagi operator desa, Bumdes dan pemuda desa Adaut sekaligus memberikan fasilitas milik kampus berupa 1 buah PC dan Starlink di pusat informasi desa.

Selain itu TIM peneliti juga melakukan monitoring pada UMKM tenun dimana tenun merupakan icon Tanimbar yang memberikan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat sehingga rencana bisnis dan model bisnis yang tepat juga dibuat oleh tim agar UMKM tenun bisa bertahan menghadapi persaingan pasar.

” Sejarang UMKM tenun desa Adaut mulai dilirik oleh kaum muda yang awalnya tidak tertarik namun ketika website UMKM diperkenalkan terlihat beberapa anak muda yang mulai menekuni produk riset website untuk menjual dan mempromosikan potensi desa baik wisata bahari, budaya, adat, kearifan lokal dan kerajinan lainnya,” tutup Sandanafu.(**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed