AMBON,MRNews.Id.- Program riset katalisator kemitraan berdikari merupakan salah satu program direktorat jendral pendidikan tinggi vokasi Kemendikbudristek yang bertujuan untuk meningkatkan potensi daerah melalui inovasi teknologi yang dihasilkan peneliti bagi mitra.
Program tersebut terdiri dari 2 skema yakni skema Emas dan Berlian. Politeknik negeri Ambon merupakan salah satu Perguruan tinggi vokasi (PTV) yang menerima pendanaan program Katalisator skema Emas tersebut.
Ketua tim riset Polnam Sally Sandanafu,SE.,MSi.,Akt kepada MimbarrakyatNews.Id, mengatakan jika ada beberapa isu riset yang menjadi fokus dan salah satu yang diusung dan disetujui pendanaannya yaitu bidang pariwisata dan tim melihat kondisi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) patut mendapat porsi dalam mengembangkan potensinya sehingga akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk desa-desa 3T lainnya di provinsi Maluku.
Diketahui, Desa Adaut, Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) merupakan salah satu desa yang berada di wilayah 3T di provinsi Maluku yang dipilih Tim riset Berdikari “Emas” Polnam untuk program Katalisator Kemitraan Berdikari.
” Tim telah melakukan survey dan observasi lapangan ke lokasi riset beberapa hari lalu dan juga melakukan pertemuan dengan bupati kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa di kantor bupati KKT terkait program riset tersebut dan beliau sangat antusias serta menyambut baik maksud dan tujuan program DITJEN Vokasi KEMENDIKBUDRISTEK ini,” ujar Sandanafu.
Selain itu pertemuan juga dilakukan tim dengan pemerintah desa guna mendapatkan data-data terkait focus riset. Survey dan observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh desa Adaut dalam rangka pengembangan wisata desa.
Potensi wisata yang dimiliki desa Adaut sendiri sangatlah banyak namun kurangnya promosi dan lemahnya manajemen dari pemerintah desa menjadi kendala desa Adaut untuk mengembangkan potensi wisata tersebut.
Sementata itu, kepala desa Adaut, Ais Titirloloby mengakui jika desa Adaut memiliki kearifan local yang cukup unik yakni “TNYAFAR” (berkebun dan membentuk beberapa kawasan Tnyafar) sehingga menginginkan untuk dijadikan objek wisata.
” Oleh bapak kepala desa ingin sekali mengembangkan “Tnyafar” sebagai kawasan wisata Adaut” ujarnya.
Keunikan budaya Tnyafar terlihat dari rumah hunian dari daun kelapa dan juga beberapa kawasan pantai yang memiliki daya tarik tersendiri.
Kepala desa sangat berharap tim riset Politeknik Negeri Ambon melalui program riset Katalisator kemitraan berdikari ini dapat menginisiasi dan memberikan kontribusi berarti bagi desa dan masyarakatnya guna menambah pendapatan desa terutama di bidang pariwisata. (**)











Comment