by

Perkuat Ekonomi Desa Kepulauan, Politeknik Negeri Ambon edukasi revitalisasi BUMDes di Nusalaut

MALTENG, MRNews.Id.- Politeknik Negeri Ambon terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi desa melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) skema Penerapan IPTEK Masyarakat Mitra Binaan. Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah ini mengusung tema “Edukasi Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)” dan melibatkan pengurus BUMDes dari seluruh negeri di Pulau Nusalaut.

Kecamatan Nusalaut merupakan wilayah kepulauan yang terdiri atas tujuh negeri adat, yakni Ameth, Akoon, Abubu, Titawaai, Leinitu, Sila, dan Nalahia. Seluruh negeri tersebut telah memiliki Badan Usaha Milik Negeri (BUMNeg), namun hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar BUMDes masih menghadapi persoalan serius, seperti lemahnya tata kelola, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, masalah pengelolaan keuangan, hingga belum tersusunnya perencanaan dan model bisnis yang berkelanjutan.

Ketua Tim PKM, Meidylisa Patty, SE., M.Si, dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ambon, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai respon atas kebutuhan riil BUMDes di Nusalaut.

“Banyak BUMDes sudah berstatus badan hukum, tetapi pengelolanya belum memahami implikasi kelembagaan dan tata kelola yang seharusnya dijalankan. Selain itu, kebijakan penyertaan modal desa yang diarahkan ke ketahanan pangan membutuhkan kesiapan perencanaan usaha yang matang,” ujarnya.

Kegiatan PKM ini didanai melalui Hibah PNBP Politeknik Negeri Ambon, sebagai wujud komitmen institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Kegiatan PKM diawali dengan survei lapangan dan sosialisasi pada awal Mei 2025 untuk memetakan kondisi eksisting, unit usaha yang dijalankan, serta kebutuhan pelatihan masing-masing BUMDes.

Pelaksanaan utama kegiatan berlangsung pada 5 November 2025 dan dipusatkan di Aula Kantor Pemerintah Negeri Nalahia. Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari pengurus BUMDes dan unit usahanya, para Raja/Kepala Pemerintahan Negeri atau perwakilan, pendamping dari Pemerintah Kecamatan Nusalaut, perangkat negeri, serta tim pengabdian. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Latupati Pulau Nusalaut yang merupakan Raja Negeri Nalahia, Bapak Franky Leiwakabessy.

Pelatihan dilaksanakan secara terstruktur melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan workshop. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi revitalisasi tata kelola BUMDes, yang mencakup penguatan kelembagaan, penataan struktur organisasi, kejelasan peran pengurus, peningkatan akuntabilitas dan pengendalian internal, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan usaha desa. Materi ini menekankan bahwa BUMDes harus dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Sesi berikutnya membahas revitalisasi tata usaha BUMDes, meliputi strategi pengembangan usaha, inovasi dan diferensiasi produk, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efisiensi operasional. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem usaha desa.
Puncak kegiatan ditandai dengan workshop penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan pengenalan dokumen kajian kelayakan usaha. Melalui metode partisipatif, peserta memetakan sembilan elemen model bisnis BUMDes masing-masing dan mempresentasikannya untuk mendapat masukan serta penguatan konsep usaha. Anggota tim PKM terdiri dari Angel Merlyn Pattimahu, SE., M.Si, Ennis Sarenah Kriekhoff, dan mahasiswa yang turut mendampingi peserta selama proses diskusi dan penyusunan model bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan BUMDes di Nusalaut agar mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa yang akuntabel, inovatif, dan berkelanjutan. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed