AMBON,MRNews.Id.- Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Ambon masing-masing, Frangky Jansen Louth, S.E., M.Sc, Andrie Christina Salhuteru, S.E. M.Si dan Joice Siahaya, S.Sos., M.Si. melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang diawali dengan rapat koordinasi bersama pengurus dan anggota yang tergabung dalam usaha abon ikan tuna “UKM Rutong”.
Franky Jansen Louth, S.E.M.Sc kepada MimbarrakyatNews mengatakan jika tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari 2 orang dosen,1 orang Tendik, dan 3 orang mahasiswa bersama dengan mitra menyampaikan rencana kegiatan dan meminta masukan dari mitra pengabdian.
Dari pertemuan tersebut diketahui jika UKM Rutong memiliki permasalahan dari segi aspek produksi berkaitan dengan variasi produk dan dari aspek manajemen usaha. Karena itu tim pengabdian masyarakat melakukan upaya untuk meningkatkan usaha UKM negeri Rutong .
Ditambahkan Louth, potensi sumberdaya alam dari ekosistem laut yakni aneka jenis ikan, kerang, lobster dan biota laut maupun ekosistem hutan baik tanaman tahunan pala, cengkeh, durian, maupun tanaman holtikultura dan buah-buahan nanas, langsat, tomi-tomi, ubi kayu dan sayur-sayuran.
Disisi lain, kawasan hutang sagu dan mangrove merupakan area yang telah dijadikan kawasan wisata dan menarik perhatian masyarakat untuk dikunjungi.
Seperti diketahui, saat ini terdapat Lima kelompok usaha yang didampingi oleh pemerintah negeri. Berbagai macam produk telah dihasilkan yakni, makanan dan minuman seperti Wine pisang tongka langit, tomi-tomi dan galoba, Selai tomi-tomi, Mie Sagu, Tepung sagu, kue, dan lain-lain.
“Dari berbagai hasil yang telah diproduksi maka volume masih terbatas karena semua bahan produksi masih bersifat alami sehingga daya tahan produk tidak terlalu lama, bahkan peralatan produksi yang belum menunjang, kemasan dan label yang masih terbatas, ijin usaha dan ijin halal yang belum ada, hingga akses pemasaran yang masih sangat terbatas. Hal ini juga berdampak pada peneglolaan usaha yang masih sangat sederhana, termasuk pengelolaan modal usaha” ujar Louth.
Dengan keterbatasan yang ditemui UKM Rutong maka tim fokus dalam hal edukasi dan bimbingan teknis tentang strategi bisnis, pemasaran, dan pembukuan (keuangan).
Strategi bisnis yang diberikan tim yakni pelatihan meliputi strategi dalam menentukan harga produk, branding kemasan agar lebih menarik, dan penentuan saluran distribusi yang tepat.
” Mitra juga dikenalkan dengan strategi pemasaran melalui pemasaran secara online dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Sedangkan untuk sistem pembukaan penting untuk dibuat agar mengetahui keseluruhan transaksi yang dilakukan sehingga keuntungan produksi dapat diketahui dengan pasti” urainya.
Langkah yang dilakukan tim dengan menggelar pelatihan dan pendampingan dalam membuat branding kemasan. Pada kegiatan ini mitra diberikan pelatihan cara membuat branding kemasan yang tidak hanya untuk menarik konsumen namun juga untuk memuat informasi penting produk keripik yang dihasilkan.
Adapun kemasan yang menarik merupakan salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin tajam. Daya tarik suatu produk tidak dapat terlepas dari kemasannya. Hal ini dikarenakan kemasan dapat sangat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk.
Bahkan pembuatan label baru yang dibuat diharapkan dapat memberikan identitas kepada produk dimaksud, sekaligus dengan label yang informatif dapat membuat konsumen lebih yakin untuk membeli produk ini. Label yang informatif juga mempermudah dalam memperluas jangkauan pemasaran, apalagi akan dilakukan pemasaran secara digital, yang salah satu syaratnya adalah label produk harus informatif dan sesuai standar label produk makanan.
Tim juga melakukan kegiatan bimtek penyusunan strategi bisnis. Dimaksudkan agar berbagai jenis strategi bisnis yang sering dilakukan diantaranya dapat berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan usaha patungan atau joint venture (Faruq, 2014).
Berbagai kegiatan yang dilakukan bertujuan agar UKM Rutong dapat meningkatkan strategi bisnis yang baik sehingga produk yang dihasilkan lebih mudah diterima konsumen.
” Tim juga memperkenalkan strategi penentuan harga produk, saluran distribusi produk, dan promosi serta pemasaran produk. Awalnya, UKM menentukan harga produk berdasarkan modal pembelian bahan baku. Namun kini mitra diberikan pengetahuan bahwa dalam menentukan harga produk perlu memperhatikan berbagai hal seperti besarnya pendapatan yang ingin diperoleh, jumlah biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk, mengetahui harga pesaing, menentukan calon pelanggan, dan mengetahui trend yang ada” jelasnya.
Dari pelatihan ini, tim berharap produk UKM yang hanya terbatas dari orang ke orang dan lapak disekitar negeri Rutong bisa menembus pasar dengan menggunakan sosial media .
“Harapan tim,usaha Abon Ikan Tuna UKM Rutong dapat berkembang dan menembus pasar dengan dilengkapi pembukuan modern.
Pembukuan adalah proses pencatatan secara teratur dengan tujuan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang harta, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya. Pembukuan modern ini penting dibuat untuk melihat kondisi dan perkembangan bisnis, termasuk keuntungan dan kerugian yang dialami. Dengan ini, pembukuan dapat dijadikan patokan dalam merancang strategi bisnis kedepa” tutupnya. (**)











Comment