by

Saat Buka Smart School, Menkominfo Ajak Registrasi Kartu

AMBON,MRNews.com,- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat membuka acara Smart School, di Marina Hotel, Ambon, Kamis (8/3), mengajak bapak dan ibu guru serta masyarakat untuk bisa meregistrasi ulang simcard.

Dimana dalam era digital sekarang ini, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 ada 143 juta orang. Dengan lebih dari setengah penduduk Indonesia sudah mempunyai akses internet. Dan hampir seluruhnya, atau sekitar 90-an persen akses ini melalui telepon seluler (ponsel).

‘’Ibu-ibu dan bapak-bapak disini siapa yang punya ponsel? Pertanyaan berikutnya, siapa yang belum registrasi simcard? Registrasi itu, pertama gratis. Kedua, mudah. Hanya 32 digit, masing-masing 16 digit untuk nomor Kartu Keluarga (KK). Memang banyak yang gagal tapi sudah berhasil 200 juta lebih. Biasanya salah dalam memasukan angka. Maklum 32 digit. Siapa yang menghafal, saya pun nggak hafal. Saya biasanya ngakali 4 digit itu 13, 4 digit kosong. Insya Allah bisa. Jadi segeralah registrasi,” ajaknya.
Saat ini, lanjut dia, mungkin sebagian sudah diblokir. Tapi diblokir hanya untuk telepon keluar dan mengirim Short Massage Service (SMS).
“Mengirim SMS ke 444 untuk registrasi masih bisa dan tidak bayar. Menerima telepon masih bisa, menerima SMS juga. Tapi kalau sampai akhir Maret belum registrasi terpaksa kami blokir, tidak bisa menelepon, tidak bisa menerima telepon, tidak bisa mengirim SMS, dan tidak bisa menerima SMS, kecuali SMS untuk registrasi. Jadi registrasi masih bisa diatur,” bebernya.

Imbas dari tidak registrasi, menurut Menkominfo, diputus datanya alias nomornya mati. Jadi disarankan, agar manfaatkan waktu ini betul-betul.

Dia menyebutkan juga mendapatan masukan, ada beberapa kesulitan di lapangan, sehingga pihaknya mencoba memperbaiki secara terus menerus, karena Kementerian Kominfo masih punya waktu sebulan ini. Apalagi
penggunaan ponsel ini terus menerus bahkan anak–anak. Malah saat ini anak-anak lebih pandai men-set up aplikasi.

“Padahal kita tahu juga di dalam dunia maya tidak semua kontennya positif. Pemerintah mencoba terus menerus memerangi konten-konten negatif. Konten asusila paling banyak. Konten perjudian, konten narkoba, konten peredaran obat terlarang, konten bully, semuanya kita perangi. Sampai saat ini kurang lebih sudah 81 ribu situs yang kami blokir,’’ ungkapnya.

Pihaknya disebut Rudiantara, juga tidak hanya berpatokan kepada situs yang negatif. Tapi juga mengembangkan situs positif, yang sebaiknya diakses sekolah.

“Sebaiknya diakses oleh guru, dan oleh murid atau siswa. Nah itu, Ciri-cirinya di belakangnya ada education. Memang ini baru sekitar 250-an ribu, masih kalah dengan yang negatif,’’ paparnya.
Tapi dirinya meyakinkan hanya masalah waktu, database konten positif ini akan lebih banyak daripada database konten negatif yang di blog.

“Kita harus melakukan itu. Karena yang negatif pun tiap hari bertambah terus. Contohnya yang asusila, pornografi. Ini tidak boleh, dan undang-undang juga jelas tidak boleh,’’ tandasnya.(**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed