by

Peserta AFM Meningkat, 15 Petani Partisipasi

AMBON,MRNews.com,- Amboina Farmers Market (AFM) untuk kedua kalinya digelar pada Jumat, (25/1/19) di Pattimura Park, setelah pertama dihelat Desember 2018 lalu. Dibanding yang pertama, untuk kali kedua ini, peserta AFM meningkat dari 22 menjadi 32 peserta. Didominasi oleh 15 orang petani baik pribadi maupun tergabung pada kelompok tani (Poktan). Hal itu diakui Marketing Media dan Publication AFM, Weldemina Parera kepada media di sela-sela AFM.
“Dibanding AFM bulan Desember, pada Januari 2019 ini ada peningkatan peserta. Tadinya 22 peserta, sekarang sudah 32 peserta dengan unit usaha yang beragam. Adapun petani yang terlibat sebanyak 15 orang, dari pribadi maupun Poktan, termasuk Poktan yang dibawah asuhan Distan,” ujar Parera.
Dia menyebutkan, Amboina Farmers Market kali kedua lebih didominasi oleh sayur-sayuran organik dan hidroponik, karena itu icon dari AFM. Selain petani sayuran, ada dari komunitas Aceh yang menjual makanan, kemudian pengrajian dari daur ulang, ada komunitas ekonomi kreatif limbah yang didaur ulang dari Eco Beta dan Green Mollucas, beragam tanaman hias, juga beberapa ibu-ibu yang memanfaatkan kerajinan atau handyraft dari kerang-kerang, dari BPPTP Passo yang menjual berbagai produk olahan pala organik, ada Wine Pala dan lain-lain yang baru diperkenalkan.
“AFM bukan sekedar tempat berkumpulnya sekelompok pedagang, tapi juga merupakan komunitas dari berbagi bidang keilmuan, seperti pertanian, pemasaran, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Untuk kali ini, juga disediakan stand khusus untuk pemeriksaan kesehatan gratis, dibawah jam 10 oleh dinas kesehatan. Tetapi diatas jam 10, bayar dan gilirannya fakultas kedokteran Unpatti. Bertambah petani yang usaha organik dan hidroponik mau memperkenalkan diri ke pasar. Mulai membuka diri supaya berjualan disini cuma seng bisa masuk jualan langsung, harus ada dari tim turun liat dulu,” jelasnya.
Demikian pula antusias masyarakat kali ini menurutnya, semakin banyak dan meningkat, sejak dibuka dari pagi hingga siang. Bahkan, sayur-sayuran dan produk lain banyak yang sudah laku terjual beberapa jam setelah dibuka. Ini menunjukkan, orang semakin sadar, bahwa sayur-sayuran organik penting bagi kesehatan. Kemudian, menambah gairah orang untuk kira-kira bisa berusaha, kembangkan potensi untuk mengusahakan sendiri sayuran organik di halaman/pekarangan masing-masing. Juga mungkin bisa lebih kreatif untuk berusaha. Karena di AFM ada ekonomi kreatif yang ikut dan jalan.
Dikatakan Parera, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sangat mensupport kegiatan AFM, terutama akan menjadi agenda bulanan Pemkot, yang dirangkai dengan panggung musik sebagai khas Kota Ambon. Dimana nantinya bulan depan akan dilakukan pada tanggal 8 Februari 2018.
“Selalu memang ada hal baru tiap AFM dilaksanakan. Bulan depan juga akan ada sesuatu yang baru sehingga orang tidak bosan. Jadi tunggu saja. Pasti kali berikut ada sesuatu yang baru, namanya saja pasar kreatif. Namun, promosi dan sosialisasi soal AFM memang harus terus ditingkatkan supaya banyak orang tahu dan berkunjung. Memang, Januari ini dibuat pada akhir bulan tapi kita tidak pernah pesimis, karena katong percaya bahwa sayur organik itu masih makin diburu, buktinya habis,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed