by

Danlanud Pattimura Ajak Stakeholder Peduli Lingkungan & Laut

AMBON,MRNews.com,- Pasca diserah terimakan pekan lalu, komandan pangkalan udara (Danlanud) Pattimura Ambon Kolonel Pnb Sapuan pun langsung mengajak semua stakeholder terkait untuk peduli terhadap lingkungan dan laut. Sebab bukan saja karena Lanud Pattimura berada di Ambon Bay tapi laut merupakan potensi Maluku, kota Ambon yang harus dijaga bagi masa kini dan depan.

Ajakan ini sekaligus diimplementasi dengan menggandeng Mollucas Coastal Care (MCC) untuk memberi informasi dan stimulus tentang kondisi Teluk Ambon saat ini yang perlu diperhatikan serius karena masih terjadi pencemaran melalui coffee morning bersama pers yang turut dihadiri Raja Tawiri, Sekneg Laha dan Raja Hattu.

Danlanud Pattiura Ambon Kolonel Pnb Sapuan katakan, coffee morning selain ingin memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Danlanud Pattimura kepada pimpinan beberapa negeri sekitar Lanud serta masyarakat mupun pers tetapi sekaligus karena Lanud Pattimura mengusung program kemanunggalan TNI AU dengan warga sekitar sehingga bisa sama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar khususnya di pesisir pantai.

“Karena wilayah kita berbatasan dengan Ambon Bay (pantai Ambon) maka kita memahami bahwa harus kita lestarikan. Dan kita akan berupaya mengadakan bersih-bersih lingkungan perairan pesisir Teluk Ambon melibatkan MCC selaku komunitas lingkungan, warga Tawiri, Laha dan Hatu serta berbagai stakeholder lainnya yang kita harapkan bisa bersamas-sama membersihkan sampah plastik dan mikro plastik yang bisa mengganggu biota di laut,” ungkapnya di mess Dirgantara Lanud Pattimura, Jumat (13/9/19).

Sementara, Ketua Komunitas MCC Teria Salhuteru katakan, selama ini ada 163 ton sampah yang tertampung di TPA, sisanya tidak terangkut dan masuk ke laut. Hal tersebut jelas mengganggu ekosistem laut karena semua sudah tertutup sampah. Apalagi hingga kini belum ada 5 pintu air penghalang sampah masuk yang dibuat pemerintah. Padahal itu sangat penting. Namun lebih penting tentunya membangun kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang memang masih kurang, lebih banyak ke laut.

“Kita konsen menyelamatkan ekosistem, terutama sampah plastik. Oli, puntung rokok juga bahaya bagi ekosistem laut. Kedepan Ambon yang bisa dijual hanyalah Teluk Ambon, pariwisata. Tapi dengan kondisi itu tentu memprihatinkan dan butuh perhatian. Pimpinan desa/negeri, pemerintah harus juga tegas ke masyarakat soal tidak boleh buang sampah ke laut, menjaga laut. Media pun kita minta publikasi kerusakan lingkungan laut dan untuk membantu terbangunnya kesadaran,” harap Teria. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed