by

Pendaftaran Seleksi P3K 2023 Diperpanjang Pemerintah Hingga Besok

AMBON,MRNews.com,- Seiring sejumlah masalah yang terjadi di seluruh Indonesia termasuk Kota Ambon terkait system online yang gagal terconect dengan para pelamar, pemerintah pusat (Pempus) akhirnya memperpanjang waktu pendaftaran seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2023.

Seyogyanya, pendaftaran seleksi P3K kategori guru dan tenaga kesehatan (Nakes) secara nasional sudah ditutup atau terkunci sistem per 9 Oktober 2023.

Perpanjangan pendaftaran CPNS dan PPPK 2023 ini diumumkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui surat edaran nomor 9386/B-KS.04.01/SD/E/2023 tentang Penyesuaian Jadwal Pelaksanaan Seleksi CASN Tahun Anggaran 2023.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengaku, Pempus akhirnya memberi kesempatan perpanjangan waktu pendaftaran P3K selama dua hari lagi atau hingga 11 Oktober.

“Iya, info yang kita dapat dari tim yang di Jakarta itu diperpanjang waktu pendaftaran hingga 11 Oktober besok,” tandas Wattimena kepada media ini di Balaikota, Selasa (10/10).

Walaupun hanya dua hari tambahan waktu perpanjang, namun dirinya mengaku bersyukur karena apa yang dilakukan tidak sia-sia.

Baik dalam tanggungjawabnya selaku kepala daerah maupun tim yang terdiri dari komisi II DPRD, Kadis Pendidikan dan Sekretaris BKD Kota Ambon berjuang ke Kemendikbud-Ristek, BKN dan KemenPAN-RB lewat fasilitasi anggota DPR-RI Dapil Maluku maupun Deputi I KSP.

“Saya harap para honorer di Kota Ambon yang berproses ikut seleksi PPPK untuk manfaatkan waktu yang ada untuk daftar segera semuanya. Sehingga tidak ada yang lagi tertinggal. Siapkan diri benar-benar,” harap Wattimena.

Diketahui, khusus Kota Ambon, kuota untuk guru honorer di seleksi PPPK ini sebanyak 597.

Sebelumnya diberitakan, Penjabat Walikota awalnya telah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan, Edy Tasso untuk ke Jakarta cek di Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemendikbud-Ristek terkait tidak bisanya ratusan honorer masuk mendaftar seleksi P3K. Hasilnya, sistem memang ditutup karena sudah melewati kuota.

“Tapi saya minta agar diberi kesempatan. Walau kuota kita hanya 10 untuk guru bahasa Inggris misalnya, kalau ada 100 orang yang mestinya mereka bisa lamar semuanya. Nanti diseleksi, dan diterima yah cuma 10 itu, no problem,” tandasnya di Ambon, Senin (9/10).

Maksud hal meminta kesempatan itu kata Wattimena, ialah agar keadilan bisa dirasakan semua. Khususnya para guru honorer mendapat peluang yang sama untuk masuk seleksi dan menjadi 10 orang terpilih. Namun keinginan itu belum disambut baik.

Maka komisi II DPRD, Kadis Pendidikan dan BKD kota sementara di Jakarta menemui sejumlah pihak seperti anggota DPR-RI asal Maluku, Deputi I KSP Febry Calvin Tetelepta untuk memfasilitasi ke Kemendikbud-Ristek, KemenPAN-RB dan BKN terkait hal itu.

“Saya harap dari perjuangan bersama itu, mereka (guru honorer-red) bisa masuk ikuti seleksi. Kami tahu jika formasinya 10, maka itu saja yang diterima. Tapi dalam semua yang berpotensi harus diberi kesempatan dalam proses seleksi P3K,” urainya.

Memang hari ini adalah waktu penutupan pendaftaran seleksi P3K secara nasional online sistem untuk guru termasuk tenaga kesehatan. Karena itu dirinya berharap, perjuangan tim ke para pihak tersebut bisa membuahkan hasil dengan diberinya tambahan waktu bagi Kota Ambon.

“Nanti kita lihat, ini upaya kita. Karena sampai jelang penutupan, masih ada yang belum bisa akomodir sebagai peserta seleksi P3K. Kami berjuang dulu lah, soal hasilnya kita tunggu,” jelas Wattimena.

Mengenai kemungkinan hasilnya tak sesuai harapan, Wattimena pastikan, ratusan guru honorer itu akan tetap pegawai.

“Mereka jadi tanggungjawab Pemkot, tidak di-PHK massal. Sebab mereka sudah mengabdi begitu lama,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed