by

Pemuda 22 Tahun di Dusun Kamiri Meninggal Gantung Diri

AMBON,MRNews.com,- Fenomena mengakhiri hidup dengan cara gantung diri terjadi lagi. Kali ini, terjadi di Dusun Kamiri Pantai, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon. Korbannya, Muhamad Iksan (22).

Informasi diperoleh, Iksan, pemuda berusia 22 tahun ini ditemukan warga tidak bernyawa dalam kondisi tergantung dengan kain sarung bercorak kotak coklat abu-abu terikat di lehernya di salah satu pintu kamar rumah milik, La Jaidan, Rabu (1/2).

Informasi kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Sekira pukul 10.30 WIT KA SPK I Polsek Teluk Ambon Bripka A.K. Alzagladi bersama anggotan lainya tiba di lokasi kejadian mengamankan TKP.

Setelah dilakukan koordinasi, sekira 11.20 WIT Tim Identifikasi Polresta P.Ambon dan Pp Lease dipimpin Aipda Wirma M. Labobar tiba di TKP melakukan olah TKP serta bersama orang tua korban, Bahtiar Bugis menurunkan korban dari jeratan kain sarung yang melilit pada leher korban.

Selanjutnya, sekira pukul 12.50 WIT pihak Kesehatan dari Puskesmas Tawiri, dr. Muhammad Armin dan dr. Andre melakukan pemeriksaan luar korban dan hasil pemeriksaan luar tidak di temukanya tanda-tanda kekerasan fisik.

PS Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Moyo Utomo, membenarkan kejadian itu.

“Iya, belum di ketahui pasti motif kematian korban,” ucap Moyo membenarkan.

Kendati demikian, dari keterangan sementara pihak keluarga korban, berdasarkan curhatan korban kepada orang tuanya, korban meminta uang ke kakaknya di Papua untuk membiayai korban berangkat mengikuti kakaknya itu.

Hanya saja, hingga saat curhatan tersebut, kakaknya belum juga mengirimkan uang sesuai yang diminta korban. Korban bahkan selalu menghubungi kakanya menanyakan uang tersebut.

“Hal inilah menurut orang tua korban membuat korban kelihatan kesehariannya agak murung dan dimungkinkan mengakhiri hidupnya,” ucap Moyo.

Moyo juga juga memastikan, Bahtiar Bugis, ayah korban telah menerima kejadian gantung diri tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi.

Selain itu, menurut Moyo, korban ditemukan Yudi Suad. Keterangan saksi, sekira pukul 10.00 WIT, ia bersama La Jaidan tiba di TKP, rumah milik La Jaidan yang belum selesai dibangun, namun pintu rumah dalam keadaan tertutup.

Pengakuan Yudi Suad, sempat ketuk pintu dan jendela namun tidak dibuka. Yudi juga memanggill nama korban “Chano” namun tidak ada sahutan. Yudi kemudian berusaha masuk ke dalam rumah.

Setelah berhasil masuk, Yudi terkejut saat melihat korban dalam keadaan tergantung pada bagian ventilasi pintu kamar. Saksi kemudian meneriaki La Jaidan bahwa Chano gantung diri.

Sementara keterangan saksi lain, Rahman, Selasa (31/1) malam sekitar pukul 23.00 WIT, Ia datang rumah La Jaidan bersama temanya, Samida. Saat tiba di kamar depan mendapati sorban sementara menkonsumsi Miras jenis Sopi dan Bir dengan 2 teman (tidak diketahui Identitas).

Pengakuan Rahman, ia lalu duduk bergabung bersama korban dan teman korban namun tidak menkonsumsi Miras. Rahman dan temanya baru kembali pulang ke rumah mereka dari lokasi kejadian, Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.

Beberapa hari lalu di Dusun Kramat Desa Tulehu, Muhamad Jen nelayan berusia 22 tahun juga ditemukan akhiri nyawa dengan gantung diri karena depresi ditinggal isteri. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed