AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) masih saja “tutup mata” terhadap warga Negeri Kariu Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Malteng.
Pasalnya, sejak mengungsi di Negeri Gandong Aboru Januari 2022 lalu akibat menjadi korban konflik dengan warga Ory-Pelauw, hingga hampir 6 bulan ini nasib warga Kariu tak jelas.
Keinginan kuat untuk kembali ke Negeri asal agar kehidupan ekonomi, sosial dan pendidikan kembali normal tak jua tercapai akibat lambannya kerja pemerintah.
Belum lagi disaat musim hujan ini, lokasi ungsian warga tergenang banjir. Bak pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Apalagi, baik Gubernur Maluku Murad Ismail maupun Bupati Malteng Tuasikal Abua belum jua sekali lihat warga Kariu.
Meski warga Kariu “diabaikan” Pemprov dan Pemkab, namun tidak dengan Komisi Nasional Komnas Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Tim Komnas HAM yang terdiri dari 6 orang diketuai Beka Lung Hapsara, turun langsung melihat kondisi warga Kariu yang di pengungsian di Negeri Aboru, Rabu (20/7).
Disana, mereka diterima Raja Aboru Marthen Sinay, Ketua Majelis Jemaat, Pejabat dan staf Pemerintah Negeri Kariu.
Kasi Propam Polres Pulau Ambon Ipda Herman Tuatubun, Kasat Binmas Polres Pulau Ambon Kompol Antula, Waka Polsek Pulau Haruku Ipda Boby Dethan bersama sejumlah personil Polsek, BKO Brimob dan
Den Intel Kodam ikut kawal kedatangan tim Komnas HAM.

Lung Hapsara mengaku, pihaknya ingin lakukan pemantauan serta penyelidikan terkait keberadaan warga Negeri Kariu yang masih berada di kamp pengungsian di Negeri Aboru hampir 6 bulan. Sekaligus
meninjau kamp-kamp pengungsi.
“Kami lakukan pertemuan dan saling sharing dengan pejabat dan staf pemerintah Negeri Kariu terkait status dan keberadaan warga Kariu sekaligus juga mendengar permasalahan antara Negeri Aboru dan Hulaliu yang juga bertikai,” bebernya.
Setelah sharing itu, kata Hapsara, tim Komnas HAM kemudian bertolak ke Negeri Kariu untuk meninjau rumah-rumah warga Negeri Kariu yang sebagian terbakar dan sampai saat ini belum ditempati lagi pasca konflik 26 Januari lalu, termasuk sejumlah fasilitas umum lainnya.
“Tim juga sempat melihat bangunan Polsek Pulau Haruku, setelah itu baru kembali lagi dengan mobil milik Polsek Haruku untuk bermalam di Negeri Aboru, karena akan kembali ke Ambon, Kamis,” pungkasnya. (MR-02)








Comment