by

KM Sabuk Nusantara 104 Singgahi Eray, Masyarakat Beri Apresiasi Kepada Gubernur

AMBON,MRNews.Id. —Masyarakat desa Eray memberi apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerisa atas tindakan cepat merespon kebutuhan masyarakat tentang transportasi laut yang sempat terputus.

Karena itu dengan kembalinya KM Sabuk Nusantara 104 di Pelabuhan Desa Eray, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, disambut penuh rasa haru dan syukur oleh para tokoh masyarakat serta warga setempat.

Peristiwa tersebut bertepatan dengan perayaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dinilai sebagai momentum bersejarah yang mengakhiri isolasi wilayah tersebut selama 81 Tahun.

​Kepala Desa Eray, Lamberthus Managa, tak kuasa menahan air matanya saat menyambut sandarnya kapal perintis tersebut. Menurutnya, kehadiran armada laut ini menjadi jawaban atas kerinduan mendalam serta doa masyarakat terhadap akses transportasi yang memadai.

​”Ini momentum bersejarah yang sekian purnama hilang. Jadi dengan sandarnya KM Sanus 104 di pelabuhan kami, kerinduan kami pun terobati,” ujar Lamberthus dengan penuh emosi.

​Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang dinilai bergerak cepat merespons aspirasi warga Wetar Utara.

Ia menceritakan, beberapa waktu lalu para tokoh masyarakat sempat melayangkan surat kepada Gubernur mengenai penderitaan warga akibat minimnya sarana transportasi laut.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur yang akrab disapa HL itu langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
​Bagi warga setempat, langkah konkret ini membuktikan bahwa Gubernur Hendrik memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kawasan terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

“Makanya adalah benar kalau sejumlah tokoh masyarakat Wetar menilai Gubernur Hendrik adalah putra Lease tapi rasa orang Wetar. Sebab bagi saya beliau telah membuktikannya,” tambahnya.

​Tokoh agama setempat, Pdt. Deasy Tayanne, mengungkapkan, penghentian rute KM Sabuk Nusantara 104 pada tahun sebelumnya sempat lumpuh total urat nadi kehidupan jemaat dan masyarakat di Eray dan sekitarnya. Berbagai sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga sosial ekonomi ikut terdampak parah.

​”Kemanusiaan kami sudah lama tertekan. Semoga di momen HUT Proklamasi ke-81 Republik Indonesia ini, kemerdekaan itu pun terasa juga di Wetar,” ungkap Pdt. Deasy penuh haru.

​Sementara itu, Kepala Puskesmas Desa Eray, Grace Hobataman, menuturkan sandarnya kapal tersebut membawa dampak besar bagi keselamatan warga, terutama dalam hal pelayanan rujukan medis. Tanpa adanya akses transportasi laut yang rutin, penanganan pasien gawat darurat dan ibu melahirkan kerap menghadapi kendala besar yang membahayakan nyawa.

​”Kami sedih sekali selama beberapa kurun waktu ini, tapi puji Tuhan atas perhatian Bapak Gubernur Maluku, persoalan kemanusiaan yang selama ini membelenggu dapat teratasi,” kata Grace.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Samy Huwae, yang dikonfirmasi secara terpisah, turut bersyukur atas normalisasi trayek pelayaran tersebut. Ia menegaskan pembukaan keterisolasian wilayah ini sejalan dengan komitmen Gubernur untuk memastikan distribusi logistik, sembako, serta menekan disparitas harga di wilayah perbatasan dapat berjalan lancar.

​Pihaknya juga mengingatkan masyarakat serta para Anak Buah Kapal (ABK) agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta mendukung penuh implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut terkait jaringan trayek perintis.

​”Bapak Gubernur berharap dengan masuknya KM Sanus 104 di Pelabuhan Eray, tingkat kesulitan selama ini terpecahkan. Mari berdoa dan menjaga kedamaian, ciptakan lingkungan yang kondusif demi keberlanjutan pelayanan publik ini,” pungkas Huwae. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed