by

Kedepan, Karnaval Musik Jadi Event Tetap Pemkot

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menjadikan karnaval musik sebagai kegiatan permanen atau tetap setiap tahunnya berkaitan perayaan HUT Kota Ambon.

Tentu, terus dievaluasi dengan lebih lagi meningkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun. Sehingga pada waktunya nanti, bisa saja daerah-daerah lain diundang dan tampil dalam karnaval musik di Kota Ambon. Tidak saja sebatas sanggar dan paguyuban/kelompok seni musik yang ada di Kota Ambon.

“Kita akan menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan permanen setiap tahunnya untuk memperingati HUT Kota Ambon. Dan tahun ini sebagai awal dimulai. Kemudian di evaluasi dan lebih meningkatkan kualitas kegiatannya di tahun-tahun kedepan, dengan melibatkan daerah-daerah luar,” tandas Walikota saat melepas peserta karnaval musik jelang HUT ke-443 Kota Ambon di depan Balaikota, Kamis (6/9/18).

Untuk diketahui, 47 peserta terdiri dari 37 sanggar seni musik dan 10 kelompok paguyuban, mengikuti karnaval musik yang dibuat Pemkot. Diisi paduan trompet, hawaian, suling bambu, band, hadrat, tahuri, dengan start di depan Balaikota, lewati rute jalan Pattimura, jalan Yan Paais, jalan Ahmad Yani, jalan dr Latumeten, jalan dr J.B Sitanala, jalan Sultan Babullah, dan finish di jalan A.Y. Patty depan kantor dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Ambon.

Walikota yang didampingi Wakil Walikota dan Sekkot di depan peserta menegaskan, Ambon selain kota potensi musik dan ikan tetapi juga potensi toleransi untuk terus hidup dalam suasana damai satu dengan lain, diwujudkan lewat pela gandong. Sehingga seluruh potensi-potensi ini, ingin dikemas menjadi sebuah kekuatan yang betul-betul berdampak bagi rakyat di kota Ambon.

“Lewat karnaval musik ini, Pemkot dan masyarakat akan buktikan bagi siapapun yang ada di Ambon, terutama para tamu, bahwa Ambon memang pantas jadi kota musik dunia. Apalagi, dari anak-anak sampai orang dewasa, terlibat dalam karnaval musik, baik musik berlatar belakang religius (terompet dan hadrat) atau juga musik etnis. Dengan segala sukacita dan hormat tinggi, saya sampaikan terima kasih bagi seluruh partisipan karena terlibat dengan inisiasi sendiri tanpa dibayar, hanya difasilitasi mobil oleh Pemkot. Bukti kecintaan kita buat kota ini,” tutup Walikota. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed