AMBON,MRNews.Id.-Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, membuka secara resmi Konsultasi Publik Kedua Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Ambon di Hotel Pacific Ambon, Rabu (5/8/26).
Tahapan ini menjadi proses akhir penyempurnaan dokumen strategis yang akan menjadi acuan pembangunan Kota Ambon dalam jangka panjang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR Kota Ambon, tim penyusun KLHS RTRW, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyusun dokumen yang dinilai sangat penting bagi arah pembangunan kota.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas PUPR Kota Ambon, tim penyusun KLHS RTRW, dan seluruh pihak yang telah bekerja luar biasa menyusun dokumen yang sangat penting dan strategis bagi upaya membangun Kota Ambon ke depan,” ujar Wattimena.
Ia menjelaskan, berbagai masukan yang dihimpun dalam konsultasi publik pertama telah dikaji oleh tim penyusun. Melalui konsultasi publik kedua ini, seluruh substansi diharapkan dapat dimatangkan sehingga menghasilkan dokumen perencanaan yang mampu menjawab tantangan pembangunan kota di masa depan.
Wali Kota mengakui bahwa kondisi Kota Ambon saat ini masih menghadapi persoalan penataan ruang yang belum ideal. Menurutnya, pembangunan yang berlangsung selama ini cenderung tidak teratur sehingga memunculkan berbagai persoalan, mulai dari kawasan permukiman yang bercampur dengan pusat bisnis hingga meningkatnya persoalan lingkungan.
“Kalau kita jujur melihat kondisi hari ini, Ambon masih seperti kampung besar. Kita tetap bangga menjadi warga Kota Ambon, tetapi membangun kota ini ke depan harus direncanakan dengan baik. Pemanfaatan ruang di kota ini sangat penting ditata, diatur Agar menjadi arah pedoman dalam program-program pembangunan ke depan. Kalau tidak maka yang terjadi seperti saat ini campur aduk,” katanya.
Ia menilai kawasan pusat kota sudah semakin padat dan tidak lagi memiliki ruang yang memadai untuk pengembangan. Karena itu, pemerintah mulai mengarahkan pembangunan ke wilayah-wilayah baru di luar pusat kota yang harus dirancang sejak awal agar tidak berkembang secara tidak teratur.
“Hampir tidak ada lagi lahan yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan pembangunan di situ. Karena itu sudah saatnya kita berpikir untuk mengalihkan wilayah pembangunan ini ke daerah yang lain, di luar pusat kota. Dan upaya pengembangan wilayah baru di luar pusat kota mesti dirancang, ditata dengan baik sejak dini supaya dia tidak nantinya menjadi bagian wilayah kota yang tumbuh serampangan.,” tegasnya.
Menurut Wattimena, penyusunan KLHS dan RTRW bukan sekadar mengatur penggunaan ruang, tetapi memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Tata ruang yang baik, katanya, harus mampu menciptakan kota yang nyaman, indah, ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup warga. Kalau tata ruang kita baik, akses pendidikan menjadi lebih baik, akses kesehatan lebih mudah, ruang terbuka publik bertambah, lingkungan menjadi lebih tertata, dan Ambon bisa menjadi kota yang layak huni serta ramah bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan agar pembangunan tidak justru menimbulkan kerusakan ekosistem di masa mendatang. Dirinya juga menekankan agar perencanaan tata ruang mampu mencegah pembangunan permukiman di kawasan rawan, termasuk di bantaran sungai, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan.
Lebih jauh, Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mulai memikirkan pembangunan Ambon dalam perspektif puluhan tahun ke depan. Ia bahkan menggagas kemungkinan pengembangan kawasan baru melalui reklamasi di Teluk Baguala dan Teluk Passo sebagai bagian dari visi pembangunan kota modern, meski diakuinya masih memerlukan kajian akademis dan teknis yang mendalam.
“Kita harus mulai berpikir bagaimana Ambon 20, 30, bahkan 50 tahun ke depan. Mungkin sekarang terdengar seperti mimpi, tetapi kalau tidak dimulai dari hari ini, kita akan tetap berada pada kondisi yang sama. Perencanaan yang baik akan menjadi warisan bagi anak cucu kita, yaitu Ambon yang lebih maju, modern, namun tetap menjaga kelestarian lingkungannya,” tutup Wali Kota. (**)











Comment