by

“Harmonisasi” Segelas Kopi Dua Leader di Lorong Sempit Pasar Batumerah

AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse kompak turun bersama-sama melakukan operasi pasar dalam rangka menekan laju inflasi di Maluku termasuk Kota Ambon.

Sebagai leader atau pemimpin di ibukota Provinsi Maluku itu, menjadi tanggungjawab keduanya untuk ikut memastikan harga barang dan stok tetap terjaga maupun terjangkau di pasaran.

Pasar Mardika dan Batumerah menjadi sasaran operasi pasar di tiga hari berturut-turut ini dengan harga yang murah, dibawah harga pasar modern.

Pantauan media ini, sepanjang menyusuri pasar Mardika, walau panas terik, ada sebagian pedagang yang protes pada kedua pemimpin di kota ini. Tak terima operasi pasar digelar karena bisa merugikan mereka.

Protes lain pedagang juga tentang tidak adilnya pemerintah yang tidak menertibkan pedagang di pasar Batu Merah namun lebih fokus di Mardika.

Namun keluhan pedagang itu berhasil dijernihkan Wattimena-Ririmasse yang memberi rasionalisasi bahwa ini demi menekan laju inflasi dan menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“Pemerintah tidak mungkin susahkan warganya. Operasi pasar ini cuma tiga hari di Mardika dan Batu Merah, lalu lanjut nanti di pasar Kecamatan-kecamatan. Kita harap pedagang mendukung,” cetus duet STPDN angkatan 05 itu, Kamis (22/9).

Sementara dengan berjualan di badan jalan untuk pedagang Mardika jelas menghambat lalu lintas berujung macet sehingga harus ditertibkan. Sedangkan Batu Merah lokasinya yang luas dan sedikit sekali pedagang jualan di badan jalan, jarang terjadi macet.

Wattimena dan Ririmasse tak hanya dialog, keduanya juga sempat meninjau pasar apung yang sebagiannya tidak ditempati pedagang namun dialihfungsi sebagai gudang dan tempat tidur.

“Ini kan lokasinya masih kosong. Kalau semua masuk dan tempati, pasti pembeli akan masuk belanja, tidak mungkin tidak. Yah kalau terus berjualan di badan jalan, kita akan tegas, barang jualan disita dan diangkut,” terang Wattimena yang ikut diamini Ririmasse ke pedagang.

Bersama Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Zamril Piliang, operasi pasar keduanya bersama staf berakhir dengan segelas kopi dan seporsi pisang goreng di emperen lorong sempit pasar Batu Merah.

“Ini cara katong dua menikmati kerja saat ini. Birokrat yang jelas dan paham pemerintahan. Sederhana saja pesannya, harmonisasi,” kunci Wattimena yang diikuti permintaan Ririmasse untuk abadikan momen langka tersebut. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed