by

Hari Pahlawan Jadi Momentum Introspeksi Diri

-Maluku-1,899 views

AMBON,MRNews.com, – Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, peringatan hari pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Introspeksi

sampai sejauh mana setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

“Hakekatnya, setiap perjuangan pasti ada hasilnya. Namun tidak ada kata berhenti berjuang. Setiap etape perjuangan, berlanjut pada etape berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis. Karenanya, peringatan hari pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam pembangunan,” ujar Mensos, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Hamin bin Thahir, saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) hari pahlawan ke-73 di halaman Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (10/11).

Dia katakan, mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini, antara lain, kemiskinan, transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadikan inspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia. “Setiap zaman pasti ada pahlawan dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru, sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” paparnya.

Terlebih lagi, kata dia, dibutuhkan sosok pemuda Indonesia sebagai generasi penerus yang berjiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya. Di negeri yang beragam agama, suku, adat istiadat ini, harus mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia. Bukan justru memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat kemajuan bangsa.

“Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh jati dirinya, berkarakter lokal luhur, percaya diri dan peka atas permasalahan sosial, sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial. Juga negeri ini membutuhkan pemuda yang berpandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain, khususnya ketika memasuki era revolusi industry 4.0,” beber politis Golkar itu.

Melalui momentum ini, dirinya mengajak seluruh komponen bangsa berbuat yang terbaik bagi bangsa. “Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan, lingkungan terdekat yang akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara,” tandas Kartasasmita.

Pada momentum peringatan hari pahlawan ini, Kartasasmita meminta peserta upacara untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan pendiri Republik Indonesia, karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed