by

Pj Bupati SBB, Djais Ely Diminta Tidak Gunakan Nama Hena Hetu

-Maluku-1,803 views

AMBON,MRNews.Id.- Organisasi paguyuban warga Jazirah Leihitu-Leihitu Barat dan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yakni Hena Hetu merupakan organisasi yang telah disahkan dengan akte notaris bahkan mendapat pengakuan dan pengesahan Kemenkumham yang dilengkapi dengan kepengurusan yang sah.

Sebab itu, jika ada yang menggunakan nama Hena Hetu maka patut dipertanyakan sebab hanya Satu Hena Hetu yang dilantik oleh Upu Nunu yakni, Karena Albert Ralahalu kalau ada yang lain itu ilegal.

” Kalau ada Hena Hetu yang lain itu, Ilegal sebab Hena Hetu yang telah disahkan sesuai dengan perundangan yang dilantik oleh Upu Nunu bapak Karel Alberth Ralahallu” ujar Ketua DPP Hena Hetu, Saleh Hurasan kepada media, Kamis (19/9) di Ambon.

Sebagai Ketua DPP Hena Hetu maka Hurasan menegaskan Pj Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Djais Ely, tidak menyatakan diri sebagai ketua Hena Hetu, termasuk untuk kepentingan politik yang merugikan masyarakat di Jasirah Leihitu.

Dirinya menambahkan, jika Djais Ely masih menggunakan Hena Hetu maka akan berdampak pada konsekwensi hukum. Maka segala produk yang dikeluarkan batal dengan sendirinya sebab organisasi yang dipimpin Ely tidak sah sesuai hukum yang berlaku.

Upu Nunu Hena Hetu adalah Karel Albert Ralahallu dan bukan Murad Ismail sebab itu tidak sah dan ilegal.

” Hena Hetu adalah paguyuban warga Jazirah Leihitu – Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah karena itu Upu Nununya mesti dekat dengan masyarakat. Pak Karel itu beliau orang yang sangat dekat bahkan tidur dengan masyarakat dan bahagian dari masyarakat, kalau ada konflik atau perselisihan yang menimbulkan konflik maka Ralahalu turun untuk mendamaikan” tandasnya.

Karena itu menurut Hurasan jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2024-2029 maka masyarakat Jasirah Leihitu diminta bijak untuk menentukan pilihan jangan dibodohi oleh orang-orang tertentu yang nantinya merugikan masyarakat.

Senada ditegaskan, Malik Selang, agar masyarakat semakin cerdas menentukan sikap politiknya pada Pilkada 2024 mendatang.

” Kita belajar dari sebelumnya, apa yang kita dapatkan dari janji-janji politik ? tidak ada , yang ada hanya kekecewaan sebab janji yang diucapkan pemimpin sebelumnya tidak pernah ditepati” ujar Selang.

Hena Hetu didirikan untuk melindungi masyarakat bukan dipakai demi kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan masyarakat.

” Ini menyesatkan, masyarakat sudah cerdas jangan lagi dibodohi dengan janji-janji yang tidak pernah ditempati. Mari kita pilih pemimpin yang punya naluri, konsisten dengan janji dan mau bekerja demi masyarakat Maluku” tegasnya . (**.)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed