AMBON,MRNews.com,- Keluarnya surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tentang kebijakan pembelajaran tatap muka 2021 pada 20 November 2020, memantik respons publik termasuk DPRD.
Wakil ketua DPRD kota Ambon Rustam Latupono memandang, keluarnya SKB empat menteri itu perlu ditanggapi positif sebab akan berlaku di 2021 dan harus disiapkan pemerintah kota (Pemkot) semaksimal mungkin.
Meski diakui saat ini Kota Ambon masih ada dizona orange dan perubahan zonasi ditentukan banyak aspek.
“Kalau Ambon sudah masuk zona kuning silakan saja jalan belajar tatap muka. Yang penting pakai standar protokol kesehatan sesuai SKB misalnya satu kelas biasa 30 siswa harus dibatasi 15 atau 20 orang saja. Untuk saat ini memang belum bisa jalan,” tandas Latupono di DPRD Kota Ambon, Senin (23/11).
Dengan adanya SKB empat menteri itu, menurut Latupono, Pemkot lewat dinas sudah harus perhatikan dan buat grand desain dari sekarang tata cara belajar tatap muka di Kota Ambon masuk 2021, tentu disesuaikan ketentuan protokol kesehatan dalam SKB.
“Apakah itu mulai dari cara masuk hingga keluar sekolah, pembagian kuota atau sift per kelas/rombongan belajar, sudah harus ada grand desain dari sekarang supaya tidak tiba saat tiba akal lagi,” tegas politisi Gerindra.
“Misalnya kita sudah masuk zona kuning di Januari 2021 dan sudah harus dilaksanakan kita akan tetap mendorong itu agar ada desain belajar tatap muka secara baik dan jelas. Jangan sampai ketika pembelajaran tatap muka jalan, klaster baru muncul. Itu harus antisipasi,” sambung Latupono.
Apapun kebijakan Pemkot selama itu untuk masyarakat, akui Latupono, prinsipnya DPRD akan mendukung termasuk proses belajar tatap muka. Sebab dari sisi keuntungan, kuota internet tidak dibebankan lagi ke siswa. Dan belajar tatap muka lebih efektif.
“Sekarang ini belajar daring/online, semua orang tua yang kerja bukan siswa. Saya kira ambil positifnya. Nanti hal teknis diatur dinas pendidikan agar aturan main yaitu protap kesehatan diterapkan dan benar – benar dijalankan,” tukas sekretaris DPC Gerindra Kota Ambon.
Dirinya juga berharap Satgas Covid-19 Kota Ambon bisa efektif dan masyarakat juga bisa membantu dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 dengan tetap menerapan rajin cuci tangan, jaga jarak hindari kerumunan dan pakai masker.
“Katong tidak tahu kapan Covid-19 berakhir. Tapi mudah-mudahan dengan itu semua harapan kita Ambon masuk zona kuning dan menjalani masa new normal/adaptasi kebiasaan baru,” tutup Latupono. (MR-02)










Comment