by

Dari Sporthall, Doa Umat Kristen Untuk Ambon

-Agama-1,332 views

AMBON,MRNews.com,- Menjelang HUT ke-443 Kota Ambon pada 7 September 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengadakan doa untuk Ambon bertemakan “Ambon Pono Deng Cinta” yang dihadiri ribuan orang pada dua tempat berbeda namun dalam waktu bersamaan, yakni Sporthall Karang Panjang bagi umat Kristen dan Islamic Center, Waehaong, untuk umat Muslim, Rabu (5/9/18).

Di Sporthall, doa diisi dengan lagu-lagu pujian dari singers serta solo oleh Selly Ambon dan Nania Idol, yang juga memberi kesaksian kepada umat bagaimana berjumpa, mengenal dan hidup dalam Tuhan. Secara bergantian, hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja dan gereja Katolik membawakan doa serta lakukan pemberkatan. Semua umat yang hadir baik peserta nasional gathering my home sebanyak 800 orang, ASN Pemkot, guru, pelajar, dan masyarakat larut dalam sukacita bersama itu.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam kapatanya mengatakan, doa untuk Kota Ambon setiap tahun dibuat oleh Pemkot menjelang HUT Kota Ambon. Dimana tahun ini, dilaksanakan di dua tempat, Sporthall dan Islamic Center. Selain tujuannya sebagai rasa ungkapan syukur dan sukacita atas penyertaan bagi Ambon di usia yang baru, tetapi juga karena membangun Ambon pasca konflik sosial 19 tahun lalu, butuh dukungan, topangan, persekutuan dan langkah bersama, dengan penyertaan Tuhan.

“Ambon mengalami sebuah perubahan luar biasa pasca 19 tahun lalu terkena konflik. Artinya, Tuhan memilih Kota Ambon untuk menjadi berkat bagi orang lain. Harus dikatakan bahwa Ambon berubah bukan karena Walikota, Wakil Walikota, Kepala Dinas, tetapi dari rakyat yang memberi sumbangsih besar. Hanya dengan bersama-sama dan saling bersekutu dalam doa, kita bisa melakukan semuanya, bagi kemajuan Kota Ambon,” ujarnya sambil tunjukkan video perjalanan 1 tahun kepemimpinannya.

Sedangkan Pendeta Stevie Gaspersz dalam khotbahnya yang mengambil bacaan dari Kejadian 11:1-9 mengungkapkan, visi Walikota-Wakil Walikota Ambon yakni Ambon yang Harmonis, Sejahtera dan Religius, sebagai tiga pilar erat membangun Ambon, ditemukan dalam pembacaan. Kota sebagai tanda perubahan besar, hidup dalam perbedaan secara bersama-sama lewat harmonisasi. Kota ini diberkati, karena tahu merajut keperbedaan yang ada, melalui pewarta keadilan dan perdamaian.

“Berbicara Kota Ambon, maka bukan lagi melihat masa lalu, tapi masa depan. Harus merebut masa depan. Siapkan stok calon pemimpin bangsa/SDM mulai dari sekarang, lewat bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, teknik dan lainnya. Itu sangat penting. Menyoal religiusitas, dimana kekuatan suatu kota bukan dari pemimpinnya tetapi bagaimana Allah turut bekerja dan campur tangan atas kota (bersekutu dan bersyukur). Tuhan sedang merajut kita untuk memperlihatkan warna dengan kerja keras bersama. Dengan begitu, Ambon akan terus diberkati, pono deng cinta,” tukas Gaspersz. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed