
AMBON,MRNews.com,- Aparat kepolisian masih menunggu ahli lingkungan hidup yang berencana untuk membuka satu unit kontainer yang diduga berisi bahan kimia beracun dan berbahaya (B3) di pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru.
Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif katakan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui isi kontainer dan penyebab ikan mati.
“Kontainer sampai sekarang belum dibuka karena menunggu ahli lingkungan hidup yang akan membukanya,” kata Kapolda saat meninjau kontainer yang diduga berisi B3 di pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, Minggu (2/4).
Diketahui, kontainer yang ditinjau itu sempat terjatuh akibat terputusnya tali sling KM Dorolonda pada Selasa (28/3) lalu. Bersamaan dengan terjatuhnya kontainer, ditemukan banyaknya ikan yang mati di area tersebut.
Hingga saat ini isi kontainer tersebut belum dibongkar dan diperiksa. Sebab dikhawatirkan akan berdampak kepada petugas yang melakukan pemeriksaan.
Selain meninjau, mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) itu juga memberikan petunjuk dan arahan agar proses hukumnya melibatkan instansi terkait dan aturan yang berlaku.
Selain itu, Kapolda juga sudah arahkan Bupati dan dinas terkait agar dapat memulihkan kondisi psikologis masyarakat sekitar.
Ia juga berharap agar hasil pengecekan kondisi perairan sekitar dapat disampaikan agar dapat diketahui masyarakat.
“Apabila benar-benar sudah aman agar masyarakat diberi informasi untuk tidak ada lagi keraguan mengkonsumsi ikan-ikan di sekitar lokasi tersebut, sehingga semua aktivitas dapat berjalan normal kembali,” pungkasnya.
Saat meninjau kontainer tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, dan Direktur Polairud Polda Maluku, serta Kapolres Pulau Buru dan Kepala KPLP Namlea. (MR-02)










Comment