AMBON,MRNews.com,- Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katholik nasional pertama, akan berlangsung di Kota Ambon, Maluku, 27 Oktober-02 November 2018. Karena itu, sebagai pimpinan daerah, Gubernur Maluku Said Assagaff mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan kerukunan antar umat beragama, antar orang basudara serta tidak terprovokasi dengan persoalan yang terjadi akhir-akhir ini di daerah lain dan skala nasional.
Ajakan dan himbauan ini disampaikan Gubernur usai rapat bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan sejumlah stakeholder berkepentingan, terkait Pesparani dan kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/18). Rapat dihadiri Ketua DPRD, Kapolda, Pangdam, Ketua MUI, Ketua NU dan Ansor, Ketua Muhammadiyah dan pemuda serta elemen lainnya di lantai 2 kantor Gubernur, Rabu (24/10/18).
“Kita harus menjaga suasana damai di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, rapat diantara Forkompimda digelar menyikapi hal-hal yang terjadi itu dan tentu saja dalam rangka menyongsong Pesparani nasional pertama. Jangan sampai Maluku ini, jika dijadikan semacam opini untuk daerah ini tidak aman. Kita sepakat daerah ini sangat aman dan tamu-tamu yang datang kita hormati dan mereka kembali juga dalam suasana kedamaian,” tandas Gubernur.
Dirinya lantas mengharapkan wartawan untuk mempublikasi berita positif tentang Maluku sehingga orang tidak ragu datang ke Ambon, Maluku. “Terima kasih kepada seluruh wartawan di Maluku. Hari- hari kedepan ini, mari semua kita membangun suasana kebersamaan, kecintaan satu dengan yang lain, hidup orang basudara dan menghargai para tamu-tamu yang akan datang saat Pesparani,” tukasnya.
Terkait hasil pertemuan, Gubernur mengaku ada lima hal disepakati, yakni tetap menjaga suasana ketentraman dan kedamaian jelang Pesparani, agar semuanya bisa berjalan aman, lancar dan sukses. Lalu, persoalan di Garut sudah disikapi dan sudah sepakat, karena proses hukum sedang berjalan, tiga terduga pelaku sudah ditangkap dan pasti akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Apalagi MUI telah mengeluarkan pernyataan sikap yang memuat lima poin penting dan semua tunduk pada keputusan itu dan tanggungjawab menjaga stabilitas keamanan.
“Kita sepakat, pernyataan ini harus disebar-luaskan ke masyarakat biar mereka pahami. Tadi ketua NU Maluku, ketua Muhammadiyah bicara, juga mewakili unsur pemuda Muhammadiyah, GP Ansor kita semua bicara termasuk Panglima, Kapolda, kita semua sikapi masalah ini dengan bijak. Disana sudah proses hukum, jangan dibawa kemana-mana. Paling berbahaya di media sosial, jangan sampai kita terpengaruh,” beber Assagaff.
Karena itu, tambahnya, besok Ketua MUI bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP, Ormas juga Rektor se-Maluku akan rapat, untuk semua satu bahasa dan suasana kedamaian, ketentraman menjelang dan sesudah Pesparani bahkan selamanya bisa terjaga. “Menjaga kebersamaan, membangun negeri ini terlalu susah, terlalu mahal. Jangan sampai ada yang sengaja membuat kita ini tidak enak satu dengan yang lain. Bibit konflik dan perseteruan harus ditebas sedini mungkin. Masalah sekecil apapun harus lapor ke atas, instruksi ke bawah, dan koordinasi supaya tidak jadi besar,” tutupnya. (MR-02)











Comment