AMBON,MRNews.com,- Penyelidikan kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan almarhum Faris Rumanama hingga kini belum mendapatkan alat bukti cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat mengungkapkan, sudah 13 saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.
Namun, dari belasan saksi yang diperiksa itu, tidak satupun yang mengetahui secara pasti peristiwa tersebut. Mereka hanya mengaku mendengar bunyi dan ketika itu melihat ada mobil toyota warna merah yang melintas.
“Mereka tidak bisa pastikan apakah bunyi tersebut akibat tabrakan atau kecelakaan tunggal. Selain itu CCTV di sekitar TKP pun tidak ada yang memberikan gambaran terkait kejadian di sekitar TKP,” sebut Rum, Rabu (14/12).
Selain saksi dan bukti CCTV, penyidik juga sudah memeriksa ahli dari Toyota PT. Hasrat Abadi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah mobil toyota warna merah yang melintas di TKP itu terlibat dalam tabrak lari atau tidak.
“Hasil yang diperoleh tidak ditemukan adanya tanda-tanda lecet atau tergores dan cat mobil toyota warna merah itu masih orisinil serta tidak ditemukan adanya cat baru,” kata Ohoirat.
Penyidik, tambah Ohoirat, juga sudah mengambil keterangan ahli dari PUPR dan Dinas Perhubungan. Keterangan ahli diminta untuk mengetahui kondisi jalan yang dilewati korban.
“Dari hasil penyelidikan dan olah TKP yang dilakukan, sampai saat ini penyidik belum menemukan fakta bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa tabrak lari atau kecelakaan tunggal,” jelasnya.
Ohoirat mengaku, Kapolda Maluku selalu menekankan kepada setiap penyidik, agar tidak salah dalam mengambil langkah penanganan setiap kasus. Apalagi salah menangkap atau menahan orang tanpa alat bukti cukup.
“Bapak Kapolda selalu menyampaikan Polri tidak boleh salah tangkap dan tahan orang bila tidak penuhi alat bukti yang sah sesuai KUHAP,” kata Ohoirat.
Untuk diketahui, almarhum Faris Rumanama meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, beberapa jam pasca alami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).
Pemuda 21 tahun itu meninggal dunia setelah mengalami Lakalantas di turunan jalan baru, STAIN, kecamatan Sirimau, kota Ambon, Minggu (4/9) sekira pukul 12.37 WIT.
Mahasiswa STIKES Ambon ini mengalami Lakalantas tepat di depan Loundry Amanah. Korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Sporty dengan nomor polisi DE 2685 AT. Saat itu kondisi jalan raya basah akibat curah hujan.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, almarhum langsung dipulangkan keluarga ke kampung halaman di Gorom, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk dimakamkan. (MR-02)











Comment