AMBON,MRNews.com,- Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler menyambut positif pelaksanaan camp pemuda lintas iman yang digagas oleh MPK Klasis Pulau Ambon selama dua hari di bumi perkemahan Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Hal itu disampaikan Wawali saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (19/9/18).
Pasalnya, diakui Wawali, kegiatan ini dinilai sangat tepat sebagai upaya membina mental spiritual para pemuda, menanamkan semangat, merawat keberagaman, menumbuhkembangkan kualitas hidup beriman yang lebih baik serta memantapkan wawasan dan kebhinekaan untuk membangun sumber daya manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi semua bentuk tantangan, pergumulan, ujian dan cobaan yang besar pengaruhnya bagi umat dewasa ini.
Apalagi, camp pemuda lintas iman ini, kata Wawali, sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yakni Ambon yang Harmonis, Sejahtera dan Religius melalui misi memperkuat harmonisasi sosial, meningkatkan sumber daya kualitas manusia serta meningkatkan nilai-nilai spritualitas masyarakat.
“Kegiatan ini saya harapakan dapat mendorong jiwa dan semangat kebersamaan pemuda di Kota Ambon khususnya di Klasis Pulau Ambon maupun seluruh umat beragama melalui kegiatan bernilai positif yang mampu membangun kehidupan orang basudara. Kegiatan ini harus kita dorong terus dan tidak saja oleh GPM tapi juga dilakukan seluruh komponen bangsa di kota ini, karena baik sekali guna membuka sekat-sekat yang kadang tidak disadari menghancurkan persatuan dan persaudaran kita di masyarakat kota bukan saja di kota, tapi juga provinsi Maluku bahkan nasiona,” bebernya.
Wawali lantas mencontohkan tentang politik identitas yang sering dijadikan sebagai alat untuk merusak tatanan bangsa dan persaudaraan. Karena itu, dirinya mengajak tokoh agama dan seluruh komponen bangsa bersatu padu satukan tekat dan barisan melawan politik identitas. Salah satunya lewat camp pemuda lintas iman, sehingga diharapkan peserta serius mengikuti berbagai kegiatan, berdiskusi bangun kebersamaan, ciptakan harmonisasi sehingga akan lahir pemuda bangsa sebagai agen perdamaian untuk menciptakan harmonisasi sosial tanpa membedakan suku dan agama.
“Politik identitas akan merusak tatanan berbangsa kita. Maka penting kita menghargai perbedaan, baru kita bisa hidup secara baik. Ini realitas hidup bermasyarakat dan perbedaan itu keniscayaan. Mari belajar dan terus belajar, jangan pernah berhenti menerima perbedaan. Karena ini modal kita membangun kota, provinsi dan bangsa. Sekali lagi, kegiatan semacam ini harus dilakukan nantinya, oleh MUI, remaja masjid dan lainnya. Sehingga kita bisa terus saling berdiskusi, terbuka, karena tidak ada agama apapun yang mengajarkan umatnya saling bermusuhan satu dengan lain,”
Untuk diketahui, camp pemuda lintas iman tersebut melibatkan pemuda-pemuda di wilayah pelayanan Klasis GPM Pulau Ambon, pemuda Khatholik, Hindu, Budha dan Muslim yang ada di sekitaran wilayah Klasis Pulau Ambon. (MR-02)










Comment