AMBON,MRNews.Com.-Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten kepulauan Aru, Paulus Agudjir yang juga ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nyaris berurusan dengan hukum lantaran melakukan kekerasan terhadap salah satu pramuria pada tempat hiburan malam (Taman Kota) di kota Dobo, kabupaten kepulauan Aru, provinsi Maluku.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini, oknum anggota DPRD itu, datang bersama beberapa temannya di tempat hiburan malam pada Sabtu malam pekan kemarin. Setelah tiba, mereka (Agudjir dan teman-teman) kemudian memesan minuman (Bir) sebanyak 30 botol lebih dan beberapa pramuria sebagai pendamping minum. Alhasil, saat minum, tidak tahu mengapa sontak Agudjr langsung mencekik leher salah satu pramuria (Cindi).
Melihat perbuatan tak senonoh Agudjir itu Mami di tempat hiburan malam itu pun langsung marah. Ia (mami) meminta kepada Agudjir agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut.
“Ya saya tegurlah, karena memang perlakuan pak Paulus itu salah. Pramuria saya kan layani mereka minum baik-baik? Kenapa harus kasar sama mereka,”kata mami kepada awak media di Taman Kota, Sabtu, (13/10)
Dia melanjutkan, Setelah minum-minuman bersama teman-temanya, anggota DPRD aktif ini bukanya pulang baik-baik, tapi Ia berulah kembali. Keonaran yang di buat oknum anggota DPRD itu tidak seperti awalnya (mencekik leher pramuria). Ia membuat onar karena sepeda motornya jadi jaminan pihak tempat hiburan malam karena tidak membayar nota bir 30 botol lebih yang diminum bersama teman-temannya itu. Melihat situasi sudah memanas, petugas polisi dan security yang sementara berada di TKP langsung mengamankan oknum anggota DPRD tersebut. Parahnya lagi, ketika ditegur dua petugas keamnan tersebut, Ia langsung mencaci maki mereka.
“Jadi, kedua klinya dia ribut itu, lantaran pihak karaoke memberikan nota minuman mereka yang kurang lebih totalnya Rp, 2.890.000. Nah, karena kami (petugas keamanan) melihat situasi sudah memanas, kami langsung mengamankan dia.tapi bukannya tenang, dia malahan memarahi kami dan langsung mengeluarkan kata kotor kepada kami,”ungkap dua anggota keamanan itu
Terpisah, menyikapi perbuatan tak terpuji oknum anggota DPRD Aru itu, salah satu tokoh pemuda Aru angkat bicara. Ia mengutuk keras perbuatan tak terpuji yang dilakukan wakil rakyat asal PKB di tempat hiburan malam tersebut. Ia menilai, sebagai wakil rakyat yang terhormat semestinya Ia menjaga martabatnya dan menjunjung tinggi marwah DPRD. Bukannya melakukan hal-hal yang tak pantas di depan masyarakat. Apalagi yang dilakukannya itu di tempat hiburan malam.
“Sifat dan perilaku oknum wakil rakyat seperti ini, mencerminkan kebobrokan watak dan mentalnya sebagai perpanjangan tangan rakyat. Ia semestinya lebih menjaga martabatnya sebagai wakil rakyat dimana pun ia berada. Bukanya melakukan hal-hal yang tak seharusnya dilakukan. Apalagi ditempat umum seperti itu. Jadi, saya mewakili rakyat Aru mengutuk keras perbuatannya itu. Jelas kita malu kalau ada oknum wakil rakyat kita perilakunya seperti itu,”kesal tokoh pemuda Aru yang enggan namanya dipublikasikan itu.
Dia menambahkan, semestinya sebagai DPRD lebih Pro aktif mengawasi setiap pembangunan dan jalannya roda pemerintahan di daerah kepulauan Aru ini, yang hingga saat ini tak tampak pembangunan infrastruktur, serta carit marut roda pemerintahan. Ketimbang dia harus berfoya-foya di tempat hiburan malam dan membuat onar.
“Tugas dia sebagai wakil rakyat kan uda jelas. mengawasi pembangunan serta jalannya roda pemerintahan di daerah ini. Bukannya mabuk dan buat onar. Apakah mabuk itu merupakan fungsi pengawasan oknum DPRD tersebut.?”tukasnya
Olehnya itu, Ia meminta kepada ketua dan Badan Kehormatan (BK) DPRD Aru, agar memanggil oknum DPRD (Paulus Agudjir) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Sebab, jelas bahwa apa yang dia lakukan sudah mencoreng wajah dewan yang terhormat. Bahkan partai (PKB) pun harus mengambil langkah.
“Sebagai rakyat, kami sangat mengharapkan masalah ini cepat ditangani pimpinan dan Badan Kehoatan DPRD Aru, sehingga kedepannya jangan terulang lagi. Langkah tegas harus di ambil. Bahkan, kami juga meminta kepada pimpinan partai (PKB), agar menyikapi masalah ini. Sebab nama partai juga jadi tercoreng,”pintanya (MR-03).











Comment