by

Wagub Buka Rakerda I DPD IWAPI Maluku Dorong Pengembangan UMKM

AMBON,MRNews.Id.- Rakerda DPD IWAPI I Provinsi Maluku dengan tema Membuka aksebilitas pasar mendorong peningkatan UMKM menuju Maluku sejahtera, dibuka oleh Wakil Gubenur Maluku, Abdullah Vanath, Kamis (21/8/2025).

Ketua DPD IWAPI Provinsi Maluku, Nita Bin Umar mengatakan IWAPI sudah terbentuk di 9 kabupaten/kota, tinggal kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sehingga pengurus DPD akan segera melakukan koordinasi untuk pembentukan.

Ditegaskan, Rakerda bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, penguatan UMKM melalui pemberdayaan serta membuka peluang bisnis dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun swasta.

Ketua DPP IWAPI, Ir Dyah Anita Prihapsari mengakui jika IWAPI sudah terbentuk di 36 provinsi ditambah negara Malasia. Karena itu perlu melibatkan pengusaha milineal untuk mendorong peningkatan kapasitas pengusaha perempuan. IWAPI telah dipercaya pemerintah dalam banyak program, termasuk menjadi vocal point untuk jaringan pengusaha perempuan di ASEAN, serta perwakilan dalam forum BRICS Women Business Alliance.

” Kehadiran IWAPI turut mendorong peningkatan ekonomi negara sebab itu kita mendorong melibatkan pengusaha milineal yang mampu melakukan berbagai terobosan ” ujarnya .

Ditambahkan jika IWAPI bukan organisasi sosial atau politik, melainkan organisasi profesi.

” Kami berada di bawah payung Kadin untuk sektor usaha, dan di bawah organisasi perempuan seperti Kowani. Karena itu, IWAPI selalu konsisten fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan,” akuinya.

Sementara itu, Wakil Gubenur Maluku, Abdullah Vanath mengatakan banyak peluang bisnis yang perlu dikembangkan di Maluku. Sebab itu, kehadiran Ketua DPP IWAPI diharapkan dapat melakukan terobosan untuk peningkatan ekonomi .

Potensi sumber daya Maluku, menurut Vanath seperti, buah Pala, Kenari maupun udang yang sementara dikelolanya dapat dilakukan kolaborasi agar hasilnya maksimal.

” Kebun saya, setiap hari memanen buah pala sayangnya daging pala masih terbuang karena keterbatasan pengolahan. Sekarang buah pala dibuat juice merupakan industri rumah tangga karena itu saya tawarkan kepada IWAPI untuk mengambil segmen ini bisa ditingkatkan nilai menjadi industri besar, sehingga bisa masuk ke pasar nasional bahkan internasional,” tutupnya. (MR-01)

.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed