AMBON,MRNews.com.- Ternyata Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Marsela milik BUMD Kalwedo, setiap tahun disubsidi oleh Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Balai PengelolaTransportasi Darat Wilayah XXIII-Provinsi Maluku. Namun sayangnya dengan dana subsidi yang besar, lantas KMP Marsela tidak beroperasi untuk melayani masyarakat tujuan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)
“Enak mereka, dikasi uang, dikasi perlengkapan pakaian, dan pemeliharaannya juga ditanggung semua oleh BPTD Maluku,” Jelas Kepala Balai PengelolaTransportasi Darat wilayah XXIII-Provinsi Maluku, Herman Armanda kepada wartawan diruang kerjanya (03/05)
Di Maluku saat ini, terdapat sepuluh kapal perintis, semuanya setiap tahun diberikan subsidi. dan wilayah Maluku adalah penerima subsidi terbesar kedua setwlah PTSDP sebesar 60 Miliar.
Jika memang dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat MBD tentang tidak beroperasinya KMP Marsela, tentu akan dievaluasi oleh BPTD Maluku. karena seluruh kapal yang beroperasi harus memiliki bukti tanda tangan dari KSOP dan Dinas Perhubungan yang disinggahi oleh kapal perintis di wilayahnya. hanya untuk memastikan KMP itu benar berfungsi atau justru sudah karang di lautan. agar dapat diketahui, sebaliknya justru diketahui mendapatkan subsidi tetapi tidak melayani masyarakat, konsekuensinya adalah subsidiya dihentikan dan dikembalikan kepada negara.
Lanjut Armanda, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama seluruh kepala dinas Perhubungan dan pimpinan BUMD pada sebelas Kabupaten kota di Maluku, untuk bersama membahas hal tersebut.
Bilamana ada kapal perintis di daerah yang tidak melayani masyarakat, harus diberikan teguran oleh kepala dinas. meskipun memang kewenangan itu ada pada pimpinan daerahnya. tetapi pelayanan kepada masyarakat yang harus diprioritaskan.
Pihaknya telah berencana untuk memberikan bantuan satu buah kapal kepada masyarakat MBD terutama pada kawasan Leti- Moa- Sermatang, namun jika pemerintah daerah dan BUMD di daerah tidak membantu memberikan dukungan, tentu pihaknya akan melakukan penundaan, apabila KMP Marsela terbukti tidak lagi melakukan pelayaran.
“Awalnya kami berpikir akan menambahkan bantuan satu KMP di juga untuk melayani masyarakat Leti-Moa-Sermatang, tetapi jika kenyataannya KMP Marsela saja terbukti tidak lagi melayani masyarakat, kami akan pending bantuannya,” Demikian Armanda.(MR-06)








Comment