by

Sempat Ricuh, Rapat Komisi III DPRD, APMA & BPT Tertutup, Ada Apa?

AMBON.MRNews.com,- Polemik pembangunan lapak di dalam terminal A1-A2 Mardika maupun di pasar Apung Mardika Kota Ambon telah menjadi konsumsi publik di Maluku yang layak dinanti kelanjutannya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah hentikan sementara pembangunan lapak yang dilakukan Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA) pimpinan Alham Valeo. Gelombang demo pun terjadi dari pedagang dan Asosiasi Sopir Angkot Kota (ASKA) yang menuntut pembubaran APMA hingga pembongkaran lapak di terminal.

Namun langkah permanen belum berani diambil Pemkot dalam hal ini Penjabat Walikota hingga kewenangan pengelolaan Mardika jelas, apakah di Pemprov Maluku atau Pemkot Ambon melalui rapat di DPRD Maluku.

Rapat di DPRD Maluku yang melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemkot Ambon, PT Bumi Perkasa Timur (BPT) dan APMA, Selasa (14/3) pun bakal sangat menentukan.

Sayangnya, pantauan media ini, rapat komisi III DPRD Maluku bersama sejumlah mitra tersebut guna membahas polemik Mardika yang tengah bergulir panas kembali tertutup.

Rapat tersebut sedianya terjadwal berlangsung pada pukul 10:00 WIT namun molor hingga jam 14:10 WIT. Tertutupnya rapat itu pun tanpa ada kejelasan.

Tampak puluhan pedagang pasar Mardika yang diperkenankan masuk hanya yang diundang secara resmi saja, hal itu diakui guna mengantisipasi ricuh dalam rapat yang berlangsung di ruang paripurna tersebut.

Namun kemudian menimbulkan protes dari pedagang lain yang tak terima dengan kebijakan tersebut, karena menilai undangan yang dilayangkan harus bersifat kelembagaan bukan per-orangan.

Kericuhan pun terjadi ketika beberapa menit rapat berjalan di ruang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, didampingi Ketua Komisi III DPRD Richard Rahakbauw.

Ketua ASKA Paulus Nikijuluw dan pengurus yang tidak diundang memaksa masuk ikuti rapat. Hal itu membuat Rahakbauw naik pitam dan mendesak Nikijuluw cs dikeluarkan petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPRD. Kericuhan tak terelakan.

“Keluar dari sini, keluar, kas kaluar dia dari sini,” teriak politisi partai Golkar itu dengan kerasnya.

Kericuhan yang berlangsung kurang lebih 10 menit ini menyedot perhatian pegawai dan pengunjung lembaga legislatif tersebut, hingga Pj Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama Wakil Ketua Komisi III Saudah Tetthol menenangkan situasi tegang tersebut.

“Kenapa kami tidak diundang, saya yang menolak pembangunan lapak di dalam terminal Mardika,” kesal Paulus Nikijuluw, Ketua ASKA.

Menurutnya, yang diundang dalam rapat hari ini hanya orang yang berkepentingan pribadi saja, alias yang pro terhadap pembangunan lapak.

“Intinya kami ASKA tidak ikut dan diundang dalam rapat hari ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan rapat komisi bersama mitra masih berlangsung secara tertutup, dipimpin koordinator Komisi III sekaligus ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun.

Publik menanti alasan rapat dilakukan tertutup, sebab polemik Mardika sudah jadi konsumsi publik. (MR-03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed