AMBON, MRNews.Id– Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, mengingatkan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) agar tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus tampil sebagai kekuatan kritis yang berpihak kepada rakyat.
Penegasan Watubun saat menghadiri kegiatan GMNI di Ambon yang turut dihadiri Ketua Umum DPP GMNI, Zahiri Somar, jajaran pengurus serta kader GMNI se-Maluku.
Kondisi bangsa saat ini menunjukkan bahwa cita-cita kemerdekaan belum sepenuhnya tercapai. Ia menyoroti masih adanya kemiskinan, ketimpangan, dan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
“Jangan cepat berteriak merdeka. Faktanya, masih ada rakyat yang susah, masih ada yang terpinggirkan,” tegasnya dalam sambutannya, Selasa (28/4) di Aula lt V Kantor DPRD Maluku.
Sebagai organisasi ideologis, GMNI harus hadir menjawab persoalan tersebut, bukan sekadar menjalankan agenda formal organisasi.
Watubun mengingatkan agar pelantikan pengurus tidak hanya menjadi rutinitas tanpa makna.
“Pelantikan jangan jadi lipstik organisasi. Harus ada kerja nyata membangun kader dan organisasi,” ujarnya.
Ia secara tegas meminta kader GMNI untuk tidak menciptakan pengikut, tetapi melahirkan kader yang siap menjadi pemimpin.
“Jangan ciptakan pengikut. Ciptakan kader yang mampu menjawab tantangan bangsa,” tandasnya.
Watubun menegaskan pentingnya sikap kritis GMNI terhadap pemerintah. Kritik, kata dia, merupakan bagian dari kontrol sosial yang sehat.
“GMNI harus kritis. Kritik itu vitamin bagi pemerintah,” katanya.
Dalam proses kaderisasi, ia juga mengingatkan agar tidak berhenti pada diskusi dan kajian, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
“Jangan hanya bicara. Harus ada aksi. GMNI harus berpihak kepada rakyat,” tegasnya lagi.
Ia turut menyoroti hubungan kader dan alumni yang dinilai belum berjalan optimal. Untuk itu, kader diminta proaktif membangun konsolidasi, termasuk dengan para alumni.
“Kalau ideologi kuat, organisasi kuat, kader kuat, GMNI akan tetap jadi kekuatan besar,” tutupnya. (**)











Comment