by

Satu Tewas, Empat Luka Akibat Dianiaya OTK

AMBON,MRNews.com,- Naas bagi AW (23), korban tindak pidana kekerasan oleh orang tidak dikenal (OTK) usai menghadiri acara resepsi pernikahan di Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah. Nyawanya tak tertolong setelah tak sadarkan diri dan dilakukan perawatan di RS Bhayangkara, Tantui karena luka bengkak di kepala bagian belakang.

Sementara empat orang rekan AW, mengalami luka-luka akibat terkena kekerasan atau penganiayaan. Diantaranya, SRS (30), mengalami luka lecet di dahi, hidung dan tangan kanan, MS (18) mengalami bengkak di pipi kiri, HW (19), mengalamai luka lecet di lutut sebelah kiri dan AL (27), mengalami penganiayaan dan mobil yang dikendarai pada pintu sebelah kanan penyot juga talang hujan di pintu sebelah kiri pecah.

“Korban AW ditemukan di sekitar TKP, dalam keadaan tidak sadar lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkari untuk perawatan. Sayang, korban meninggal dunia. Empat rekannya alami luka. Tindak pidana kekerasan bersama oleh OTK itu persis Sabtu,(30/3/19) dini hari, di depan rumah Abdul Rahman Wali (50), Kompleks Pekuburan Islam RT 01/ RW 09 Kebun Cengkeh, Batu Merah Kecamatan Sirimau, saat para korban hadiri pesta nikah tak berijin,” tandas Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada awak media via WhatsApp, Sabtu (30/3).

Pasca kejadian tersebut, kata Julkisno, penyidik Satreskrim Polres sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang berada di TKP dan melakukan pengejaran terhadap dua terduga pelaku yang sudah teridentifikasi unit Buser Polres.

“Setelah kejadian, Kapolsek Sirimau AKP Mido Manik bersama personil Polsek Sirimau dan PRC Polres Ambon tiba amankan TKP dan korban. Serta meminta keterangan korban dan juga amankan pemilik acara dan saksi lainnya ke Polres Ambon,” terang mantan Kapolsek Teluk Ambon itu.

Kejadian itu, dijelaskannya, awalnya sekitar pukul 01.00 Wit, SRS mengendari motor untuk pulang ke Tulehu sambil ikuti mobil temannya, AL. Namun setiba di perempatan Kebun Cengkeh, mobil milik AL yang memuat teman-temanya tiba-tiba dihadang OTK sekitar 20 orang. AL langsung ditarik keluar dari dalam mobil. SRS yang melihatnya langsung turun dari motor menuju mobil untuk menolong, tapi tiba-tiba dipukul salah satu OTK dengan batu dan mengenai belakang kepala korban hingga jatuh ke aspal.

“Keterangan lain dari AL, awalnya dia dan teman sekitar 10 orang sedang konsumsi Miras jenis Sopi diluar lokasi acara. Tak lama kemudian dia melihat ada keributan didalam tenda acara. Beberapa rekannya ke tenda memastikan penyebab keributan. Kemudian dia sampaikan ke teman-temannya dari Desa Tulehu pulang dengan mobil yang dikendarainya. Dalam perjalanan di perempatan Kebun Cengkeh, sekelompok OTK menghadang dan menariknya keluar dari dalam mobil, lalu lakukan penganiayaan terhadap dia dan rekan-rekannya,” pungkas Julkisno. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed