AMBON,MRNews.com,- Revitalisasi atau pembangunan kembali Pasar Mardika Kota Ambon yang telah berjalan sejak Desember 2021 lalu, saat ini telah memasuki Minggu ke-76 dan mencapai 99,77 persen atau mendekati finish 100 persen.
Bila tidak ada aral melintang dan didukung dengan cuaca yang bagus, ditargetkan proses revitalisasi pasar tradisional modern itu akan rampung dan rencana diresmikan akhir Juni 2023 ini.
“Akhir Juni berakhir masa kontrak di 2023. Posisi sekarang pekerjaan terakhir sudah ada di finishing, termasuk salah satunya Landskap. Masalah yang lainnya sudah tuntas semua, tidak ada kendala,” tandas Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Pemukiman BP2W Maluku, Ridwan Manik.
Namun dikatakan, masalah di lapangan yang paling utama ialah terkait kondisi cuaca hujan ekstrim yang terjadi beberapa waktu terakhir ini dan susah diprediksi.
“Kendala kita di hujan saja. Kalau tidak hujan yah sebelum Juni itu sudah selesai (revitalisasi-red). Ini sekarang posisi pekerjaan sudah di 99,77 persen,” jelasnya kepada media ini di Ambon, Selasa (13/6).
Terlepas dari masih penyelesaian landskap kata Ridwan, ada pekerjaan penunjang yang dibahas bersama antara BPPW, Sekda Maluku dan Disperindag Kota Ambon terkait kewenangan drainase yang mengelilingi bangunan pasar karena jalan di sekitarnya masuk jalan kota.
“Tapi drainase di depan pasar yang merupakan jalan nasional, akan dikerjakan. Kita kendala disitu saja sejauh ini. Semoga cuaca bagus terus. Sebab tidak mungkin kerjaan belum 100 persen tapi sudah diresmikan. Karena itu sudah harus ada pedagang,” jelasnya.
Pasca diresmikan menurutnya, pasar Mardika Ambon berlantai IV itu dipastikan akan jadi pasar primadona skala modern dan mewah di Maluku bahkan di Kawasan Indonesia Timur.
“Selain tergantung pedagang tetapi juga siapa nantinya menjadi pengelola yang jadi atensi untuk memastikan keberlangsungan pasar terawat. Ini yang intens dibicarakan bersama,” urainya.
Ditambahkan, pasar Mardika baru nantinya akan diisi 1220 kios basah dan kering dari lantai I hingga IV. Jumlah itu diluar los yang bisa mencapai 300-an sebab ada gedung serbaguna, counter pedagang elektronik, juga dilengkapi pujasera dan pedagang makanan siap saji.
“Pasar tradisional modern ini akan menampung pedagang sayur, ikan, daging, buah-buahan, serta pedagang yang menjual pakaian dan kebutuhan pokok lainnya sebanyak 1.220 unit meja los pedagang kering dan basah serta kios.
Sebagai pengembang, pihaknya tambah Ridwan, ingin memastikan pembeli dan pedagang harus sama-sama nyaman di pasar baru Mardika dengan menyediakan fasilitas memadai seperti eskalator, lift, mushola, ruang menyusui, kamar mandi serta fasilitas untuk difabel.
“Dngan kapasitas gedung dan jumlah pedagang, memang itu kurang. Karena ketika sudah tahu ada pasar baru, banyak calon pedagang. Padahal jika diidentifikasi tidak banyak. Ini harus diperhatikan pemerintah,” kunci Ridwan.
Diketahui, revitalisasi Pasar Mardika miliki empat lantai dengan luas lahan 7.929 meter persegi. Lantai satu seluas 5.004 meter persegi, lantai dua 4.682 meter persegi, lantai tiga 4.475 meter persegi, dan lantai empat 4.319 meter persegi. Sehingga, total luas mencapai 18.482,4 meter persegi.
Proyek revitalisasi pasar tradisional modern Mardika tersebut dikerjakan BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dengan bangunan gedung dan manajemen konstruksi oleh PT Ciriajasa Cipta Mandi.
Pengerjaaannya sejak Desember 2021 itu menelan anggaran senilai Rp 122,6 miliar menggunakan skema kontrak tahun jamak (multi-years contract) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021-2023. (MR-02)











Comment