AMBON,MRNews.com,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2023, selama tiga hari, 15-17 Maret 2023. Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr. Urbanus Rahangmetan membuka Raker itu.
Selain evaluasi program kegiatan 2022 dan merancang kegiatan di 2023, Raker juga bakal memantapkan langkah dan upaya transformasi atau peralihan status dari IAKN ke Universitas Kristen Negeri (UKN) dr Johanes Leimena paling cepat akhir tahun ini atau tahun 2024 mendatang.
Rektor IAKN Ambon Prof Dr Yance Z Rumahuru, MA menyebut, capaian kinerja di IAKN Ambon tahun 2022 rata-rata ada di 82,69 persen. Maka melihat 6 program strategis Kemenag di 2023 sebagai tahun kerukunan beragama, IAKN Ambon fokus di aspek transformasi digital dan moderasi beragama baik lewat pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Yaitu PKM Moderasi Beragama di Buru, Kerjasama dengan GP Ansor Maluku, di Desa Ohoijang Maluku Tenggara, di Labuan Kecamatan Seram Utara Barat Maluku Tengah, TOT Moderasi Beragama Pemuda Lintas Iman di Kota Ambon, Pekan Moderasi Beragama di Kampus, Pembentukan dan Pendampingan Desa Binaan Moderasi Beragama serta KKN Nusantara Moderasi Beragama di Papua.
“2023 ini ada 6 program yang nanti akan kita lihat bersama. Khusus untuk rencana transformasi IAKN ke UKN, memang ada 5 poin atau syarat yang mesti dilengkapi, yang skalanya dengan mengukur sumber daya, bisa mencapai itu,” tandasnya.
Diharapkan dengan dukungan berbagai stakeholder terutama Menteri Agama (Menag), pihaknya kata Rumahuru, optimis bisa terjadi transformasi kelembagaan ke UKN, dengan tetap merujuk PMA nomor 81 tahun 2022. Maka program studi (Prodi) yang ada didorong semua terakreditasi sangat baik dan unggul.
Termasuk yang sedang diupayakan adalah membuka Fakultas dan Prodi baru, karena syarat transformasi harus empat fakultas, akreditasi ditambah satu, lalu tanah butuh penambahan minimal dua hektar lagi dari syarat 10 hektar serta mahasiswa saat ini di angka 3000, dengan target tahun ini 1000 orang plus 500 mahasiswa PPG, bisa memenuhi.
“Semoga adanya transformasi ke UKN, akan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia, Timur khususnya di Maluku agar tidak lagi berkuliah ke Jawa untuk Prodi tertentu, tapi bisa fokus di IAKN Ambon, Maluku,” harap Rumahuru.
Sementara, Sekretaris Dirjen Bimas Kristen Kemenag Urbanus Rahangmetan katakan, Raker ini penting dilakukan sebagai media untuk menilai dan menguji kegiatan yang telah terlaksana dan belum sekaligus merancang bangun kegiatan kedepan di 2023, yang juga disesuaikan dengan program prioritas Kemenag.
“Semua Satker di Kemenag harus tercapai anggaran penyerapan 70 persen di bulan Juli. Jika tidak, anggaran akan dialihkan ke Satker yang telah capai serapan anggaran. Itu sesuai kesepakatan Pa Menteri dan Pejabat Eselon I. Maka IAKN Ambon harus gerak cepat dan pastikan kegiatan, anggaran terserap baik,” pesannya.
Menyoal transformasi kelembagaan IAKN, Urbanus akui program ini memang sangat mendesak dan ikut jadi atensi Menteri. Yang berharap agar Dirjen Bimas Kristen mendukung dan mendorong 3 IAKN harus transformasi ke UKN. Sebab satu PTKN di Indonesia pun belum ada yang UKN, termasuk Hindu pun didorong demikian.
“IAKN Ambon, Tarutung dan Manado akan bertransformasi ke UKN. Dokumen itu telah ditelaah Biro Ortala Kemenag. IAKN Ambon paling banyak terpenuhi syarat transformasi ke UKN. Namun ada 5 poin yang kurang. Saya lihat tidak terlalu untuk dipenuhi IAKN Ambon. Dengan begitu, harapan menjadi UKN paling lambat tahun depan bisa terwujud,” yakinnya.
Diketahui, Raker tahun 2023 yang dihelat di Swissbell Hotel Ambon selama tiga hari itu diikuti seluruh pejabat struktural di IAKN Ambon. (MR-02)











Comment