AMBON,MRNews.com,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menghelat sidang senat terbuka wisuda periode II tahun 2023 terhadap 101 wisudawan/wisudawati sarjana dan Pascasarjana semester ganjil tahun akademik 2022/2023, Jum’at (15/12).
Ke-101 wisudawan/i yang diwisuda tersebut terdiri dari ; Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen 46 orang, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan 24 orang, Fakultas Seni Keagamaan Kristen 19 orang, dan program pascasarjana 12 orang.
Proses wisuda ini terasa spesial. Karena sejak tahun 2019 dilantik Presiden sebagai orang nomor satu di Maluku, untuk pertama kalinya Gubernur Maluku Murad Ismail yang akan berakhir masa jabatannya 31 Desember 2023 mendatang hadir di kampus harmoni dalam keragaman itu.
Murad didampingi Sekda Maluku Sadali Ie, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku M. Yamin dan perwakilan Forkopimda Maluku, Anggota MPH Sinode GPM Pdt Nancy Souisa, Kepala PTSP Kota Ambon Piet Saimima mewakili Penjabat Walikota serta pimpinan perguruan tinggi se-Maluku.
Rektor IAKN Ambon Prof Dr Yance Rumahuru, MA katakan, meski jumlah kelulusan yang diwisuda pada semester ini tidak seperti diharapakan, tetapi IAKN Ambon telah berupaya meningkatkan kelulusan tepat waktu dengan perkembangan signifikan dari waktu ke waktu, dan lulusan IAKN Ambon pun siap berkompetisi di dunia kerja.
Ditegaskan, ke-101 wisudawan IAKN Ambon semester ganjil tahun akademik 2023/2024 ini maupun lulusan-lulusan IAKN Ambon sebelumnya merupakan sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan sebagai sumber daya pembangunan bangsa Indonesia, sesuai bidang keilmuan dan keterampilan yang dimiliki masing-masing.
“Kepada pemerintah dan stakeholders terkait serta masyarakat luas, kami sebagai perguruan tinggi telah menyediakan tenaga profesional dan handal yang diharapkan, dan mempersembahkannya kepada bangsa ini kiranya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” harap Rumahuru.
101 wisudawan sebagian dari mereka telah miliki pekerjaan tetap baik PNS maupun Non-PNS. Diharapkan proses pendidikan baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana di IAKN Ambon dapat membantu meningkatkan kualifikasi diri dan profesionallitas dalam instansi dan unit kerja masing-masing.
Sementara kepada wisudawan yang belum memiliki pekerjaan tetap, Rumahuru minta jangan pernah menjadi penganguran intelektual yang pasif. Gunakan intelektualitas dan seluruh kecakapan yang dimiliki untuk menciptakan pekerjaan dan bila berkesempatan bekerja bersama pemerintah dan dunia usaha.
“Pastikan saudara-saudara miliki keunggulan dan nilai plus, karena selama proses kuliah, terjadi dialektika yang intens antara ilmu pengetahuan, iman dan karakter serta kontes perubahan di masyarakat. Saat ini diperlukan tenaga profesional yang tidak hanya pintar dan trampil, tapi juga memiliki karakter, dan integritas,” ingatnya.
Sementara Gubernur Murad Ismail tegaskan, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menelorkan tenaga-tenaga terdidik dan berkualitas, IAKN Ambon diharapkan terus menjadi pelopor guna mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Maluku baik di bidang pendidikan, pariwisata, budaya, seni dan agama.
Menurutnya, wisuda bukan akhir namun awal perjalanan panjang para wisudawan ke masa depan. Karena itu kreatifitas di masyarakat akan membantu memiliki ketahanan dan kemampuan bersaing di pasar kerja nanti dan jauh lebih bermanfaat jika mampu menciptakan serta membuka lapangan kerja baru.
“Jangan berhenti belajar, tetapi belajar dan terus belajar. Karena ketika saudara berada dalam ruang akademik maka akan berbeda ketika saudara berada di ruang masyarakat. Karena disana akan saudara temukan hal baru tentang pelajaran kehidupan,” pesan Gubernur.
Dirinya pun mengaku, siap membantu dan memfasilitasi apabila dari ke-101 lulusan IAKN Ambon ini ada yang ingin melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. (MR-02)








Comment