by

Perkampungan Multietnis Wujud Laboratorium Kerukunan Beragama di Maluku

-Maluku-1,392 views

AMBON,MRNews.com, – Di akhir periode masa kepemimpinannya, Gubernur Maluku, Said Assagaff ingin meletakan fondasi kokoh, untuk mewujudkan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis. Salah satu keinginan untuk diwujudkan adalah pembangunan perumahan multietnis yang akan didiami warga dengan beragam agama dan dari berbagai etnis di daerah ini.

“Ketika saya bertemu dengan pak Presiden Jokowi, beliau tanya saya. Pak Gub, Maluku adalah laboratorium kerukunan hidup beragama terbaik di Indonesia. Bentuk fisiknya seperti apa?.  Saya sebutkan perkampungan multietnis, dimana semua agama dan berbagai etnis akan tinggal di perkampungan itu,” ujar Gubernur.

Hal tersebut dituturkankan Assagaff di hadapan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Eusebius Binsasy, Ketua LP3KN Adrianus Meliala, Kepala Kanwil Agama dan Ketua LP3KD se-Indonesia dan peserta Pesparani,serta Ketua DPRD Provinsi Maluku saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dalam rangka persiapan pelaksanaan Pesparani Nasional I di Khatolik Center Ambon, Selasa (28/8/18).

Dia katakan, untuk mewujudkan pembangunan perkampung multietnis tersebut, maka Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Menteri Agama RI telah menjanjikan akan membantu Pemprov Maluku merealisasikannya.

“Menteri PUPR sudah janjikan ke saya untuk nanti membantu membangun ratusan rumah. Begitu pula Menteri Agama, sudah janji nantinya membangun rumah ibadah (masjid, gereja dan pura) di perkampungan itu,” ungkap Gubernur.

Untuk itu, dirinya berharap, berbagai pihak termasuk masyarakat bisa ikut mendukung dalam rangka mewujudkannya perkampungan multietnis sebagai bagian dari laboratorium kerukunan umat beragama di Maluku ini. “Saya titip juga kepada pimpinan DPRD yang hadir saat ini, termasuk para tokoh agama, karena saya dan pak Wakil Gubernur akan mengakhiri masa tugas nanti. Saya titip agar perkampungan ini harus terwujud,” harapnya.

Jika keinginan itu terwujud, tambah Assagaff, saat orang berbicara soal kerukunan beragama, maka Maluku adalah kiblat dan ikonnya. “Kalau orang berbicara soal kerukunan beragama, mari datang belajar dari kami di Maluku. Negeri ini sangat cantik, dimana orang tetua kita telah meletakan dasar-dasar yang besar yakni hidup rukun, aman, damai. Kita punya pela gandong, Larvul Ngabal, Kalwedo Kidabela, Masohi untuk membangun persaudaraan sejati, seperti tema kita hari ini,” tutupnya. (MR-02/Humas)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed