by

Perjuangan 18 Tahun, Akhirnya Menag Resmikan IAKN Ambon

 AMBON,MRNews.com,- Perjuangan selama 18 tahun yang dilakukan oleh seluruh civitas Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon untuk menaikkan statusnya menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN), akhirnya membuahkan hasil, Sabtu (27/10/18) dengan diresmikannya IAKN Ambon oleh Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, dalam kunjungannya ke Kota Ambon guna menghadiri pembukaan pesta aduan suara gerejani (Pesparani) Katholik Nasional Pertama di Maluku, 27 Oktober-02 November 2018.
Dalam momen peresmian kampus bermotto Harmoni dalam Keberagaman yang berlokasi di jalan Dolog, Halong Atas, Kecamatan Baguala itu, Menag didampingi Sekjen Kemenag, Dirjen Bimas Kristen, Prof Thomas Pentury, Dirjen Bimas Islam, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Forkopimda Maluku, pimpinan perguruan tinggi di Kota Ambon, pimpinan umat beragama, Kakanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G. Latuheru dan undangan lainnya.
Dalam sambutan selamat datang, Rektor IAKN Ambon, Dr A.Ch. Kakiay, M.Si menyatakan, peresmian IAKN merupakan momentum berharga dan spesial yang patut disyukuri karena ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas selama 18 tahun perjuangan. Pasalnya, semua yang dilakukan menuju moment ini tidaklah mudah karena harus melalui ketekunan, kesabaran, doa, keringat dan air mata. 
“Terasa lebih spesial lagi, karena diresmikan oleh pa Menteri dan didampingi lengkap jajaran Kemenag, pemerintah daerah, pimpinan umat beragama dan perguruan tinggi, termasuk saudara gandong kita, IAIN Ambon, yang jika Tuhan berkenan akan juga naik statusnya segera menjadi UIN Imam Rijali. Hadirnya IAKN Ambon, kami sadari juga atas dukungan dan kerja bersama semua pihak yang hadir ini. Kehadiran IAKN dengan tiga fakultas dan sejumlah program studi, menjadi momentum memajukan dan mengembangkan dunia pendidikan Kristen serta menciptakan sumber daya manusia Maluku yang handal, berkarakter, dan berkualitas. Kita siap menyambut dan mengemban tugas bersama IAKN,” tukas Kakiay.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua menyatakan, bagi pemerintah daerah khusus dirinya dan Gubernur, peresmian IAKN Ambon dan pelaksanaan PESPARANI di Maluku menjadi kado terindah di akhir periodisasi kerja. Karena itu, penting menekankan beberapa hal yaitu pertama, kunjungan Menag RI ini menandakan Maluku dan masyarakatnya bahkan seluruh kebijakan pembangunan di sektor keagamaan selalu ada di hati Menteri. 
Kedua, kehadiran IAKN Ambon sebagai perguruan tinggi keagamaan tidak cuma mereduksi tuntutan dan kebutuhan, tetapi harus menguatkan komitmen bersama untuk mengokohkan Ambon sebagai city of music. Sebab cukup banyak musisi handal terlahir dari kampus ini dan berkontribusi banyak dalam mensukseskan event-event keagamaan, sehingga jika ada pendapat yang mengatakan MTQ, PESPARAWI dan PESPARANI adalah sebuah keniscayaan dari Maluku untuk Indonesia yang berkualitas, maka harus sependapat dengannya.
Ketiga, ketika ajaran agama cenderung jadi rekayasa politik dan dikapitalisasi, maka harapannya IAKN Ambon harus tampil meluruskannya dengan menjadi agency pembudayaan nilai. Sebab corak teologi yang dikembangkan sejatinya merujuk pada teologi orang basudara yang harus dijadikan semacam ideal type dalam menjaga keberagaman dan keharmonisan di Indonesia. Keempat, sejalan dengan itu, saya yakin IAKN siap mengambil bagian dalam proses-proses pemberadaban publik terutama perannya sebagai lembaga pendidikan agama bersama perguruan tinggi lainnya termasuk IAIN Ambon yang kini sementara menunggu peningkatan statusnya.
“Peresmian ini terjadi juga tidak hanya sebagai suatu tuntutan seremonial, melainkan harus menjadi salah satu panggilan IAKN Ambon, mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa di negeri ini. Saya yakin, suatu saat nanti mutiara dari timur bukan cuma slogan, melainkan bukti dan itu akan lahir juga dari IAKN Ambon,” beber Wagub.
Sedangkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin mengaku, proses menjadi IAKN Ambon mesti dilalui lewat pergumulan panjang, sulit dan melelahkan selama 18 tahun. Diharapkan, kedepannya dalam proses menuju universitas nanti harus lebih cepat 15, 12 atau 10 tahun saja, tentu dengan melalui persiapan, perencanaan dan pentahapan yang matang dan jelas serta komitmen kuat bersama. “Saya amat optimis, IAKN bisa capai di titik itu. Memang tidak mudah, tapi dengan usaha dan kerja keras, pasti bisa,” ujarnya.
Dirinya lantas menitipkan pesan, sebagai kampus beragama, tentu dalam konteks Indonesia memiliki makna sangat dalam dan luar biasa. Bahwa ada nilai-nilai kebangsaan yang menyatukan, tapi nilai keagamaan dalam konteks pluralitas juga demikian. Sehingga harapannya, nilai-nilai agama yang substantif dan esensial dapat dimaknai. Dengan memaknainya, sama dengan mengamalkan nilai-nilai keIndoensia-an.
“IAKN Ambon harus menjadi garda terdepan mentransfer hal itu, untuk pendidikan keagamaan Kristen yang berkarakter dan transformatif serta dalam rangka peningkatan dan menciptakan sumber daya manusia di Maluku bahkan Indonesia. Bagi para mahasiswa, saya titip kata kunci kemajuan, pastikan anda memaknai arti sebagai mahasiswa, Kristen dan negeri sebagai ciri kampus ini, harmony dalam perbedaan,” kunci politisi asal Partai Persatuan Pembangunan itu. (MR-02)

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed