TIAKUR,MRNews.com.- DPRD Maluku melalui komisi IV melakukan pengawasan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) guna mengetahui hasil bantuan pemerintah melalui dana APBN maupun APBD tahun 2022.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Maluku sekaligus koordinator Komisi IV Azis Sangkala usai lakukan pengawasan ke beberapa sekolah menengah atas di Kecamatan Moa Kabupaten MBD yang mendapat bantuan pembangunan sarana prasarana tahun 2022, Rabu (15/3).
“Pengawasan langsung ini dilakukan agar dapat melihat secara langsung perkembangan pendidikan termasuk infrastruktur pendidikan di Kabupaten MBD,” urainya.
Dari pengawasan langsung yang diakukan, perkembangan pendidikan di kabupaten MBD khususnya pada tingkat Menengah atas perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dalam upaya pemenuhan sumber daya manusia serta sarana dan parasananya.
“Seperti yang telah kita lihat secara langsung di beberapa sekolah di kecamatan Moa ada beberapa sarana dan prasarana masih sangat minim sekali. Ruang kelas juga tidak memadai dengan jumlah siswa yang ada. Belum lagi ditambah kebutuhan laboratorium beserta seluruh isinya yang sangat mendesak dan penting,” ungkapnya.
Seperti SMA Negeri 9 MBD yang mendapat bantuan pembangunan laboratorium, tapi meubeler dan isinya sangat minim. Bahkan isi laboratorium juga belum ada kepastian kapan akan diberikan.
“Bagaimana laboratorium bisa difungsikan kalo peralatannya tidak ada. Sehingga ini menjadi catatan bagi dewan, bahkan untuk sekolah lainnya di kabupaten MBD,” terang Ketua DPW PKS Maluku itu.
Diketahui SMA-N 9 MBD merupakan salah satu sekolah terdampak bencana tahun 2019. Namun hingga kini belum mendapat sentuhan bantuan dari pemerintah.
Hal inilah yang menjadi prioritas Dewan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius.
Selain itu, ada juga informasi dan temuan tentang pemanfaatan Ruang Praktek Siswa (RPS) di SMK, yang diharapakan pembangunannya dapat menjamin mutu dan kompetensi siswa SMK agar dapat meningkatkan skillnya.
Tetapi faktanya adalah pembangunannya sangat minim bahkan tidak memenuhi harapan dari para siswa untuk dapat melakukan praktek dengan baik.
“Diharapkan menjadi perhatian dinas agar bisa disuport secara memadai. MBD ini wilayah terluar dan wilayah perbatasan, pemerintah harus menampilkan wajah yang terbaik dari republik ini kepada dunia. Jangan sampai orang dari Timur Leste datang ke wilayah kita dan melihat seperti inikah wajah pendidikan Indonesia?,” tandasnya.
Selain itu, DPRD juga telah berkosentrasi dengan cabang dinas Dikmen dan Diksus di seluruh kabupaten/Kota tentang peningkatan mutu pendidikan.
“Bersyukur lewat kegiatan MKKS bagi kepala sekolah, ada program-program peningkatan mutu. Sehingga ditunjang dengan fokus Disdikbud untuk peningkatan kualitas guru. Maka peningkatan mutu pendidikan di MBD bisa terfasilitasi dengan baik,” pintanya.
Sementara, kepala SMA Negeri 9 MBD, Efraim Nahakleky katakan, peristiwa bencana gempa bumi tahun 2019 lalu, terjadi kerusakan pada dua ruang kelas.
Dimana atap bangunan seluruhnya roboh, namun sekolah tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal telah diusulkan kepada BPBD.
“Selain itu, bantuan pembangunan laboratorium kimia juga belum dapat digunakan siswa. Diharapkan hal ini mendapat perhatian pemerintah, agar dapat menunjang aktifitas belajar siswa,” harapnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Cabang Dikmen dan Diksus MBD, Victor D Hematang menjelaskan, pada 2022, ada empat SMA dan SMK yang mendapat bantuan yakni RPS untuk SMK 8, kemudian Laboratorium Kimia yakni SMA N 9 , SMA N 20 dan SMA PGRI Ahanari.
Namun hingga saat ini, belum ada lagi bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB). Padahal jumlah jumlah SMA/SMK di MBD hanya 30 sekolah, yang terdiri dari 9 SMK dan 21 SMA.
“Sebelum adanya cabang dinas Dikmen dan Diksus di MBD, sekolah-sekolah telah mendapat banyak bantuan, tetapi itu juga belum memadai. Maka kita terus meminta perhatian pemerintah agar bantuan-bantuan yang ada dapat terus diberi ke MBD, agar fasilitas dan sarana prasarana pendidikan bisa memadai untuk menunjang proses belajar mengajar,” tutupnya. (**)










Comment