AMBON,MRNews.com, – Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff saat melaunching pengembangan pendidikan berbasis Informasi Teknologi (IT), di SMK Negeri 7 Ambon, Selasa (6/11/18) menyebut, salah satu tantangan untuk memajukan dunia pendidikan dewasa ini yaitu perlunya pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT. Dimana hal itu sangat mendukung aspek transparansi pengelolaan dan informasi sekolah sekaligus memperpendek rentang kendali pengawasan sekolah.
“Pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT dengan wujud pengembangan aplikasi sistim informasi integras pendidikan, akan memudahkan stakeholder pendidikan termasuk orang tua untuk setiap saat dapat memonitoring perkembangan pendidikan anak mereka. Begitu juga, wali murid dapat segera mengetahui absensi siswa, tugas rumah yang diberikan setiap guru, termasuk nilai setiap mata pelajaran,” terangnya.
Selain itu, dengan adanya program, aplikasi sistem Informasi integrasi pendidikan, kata Assagaff, siswa juga dapat melihat dan membaca langsung bahan kisi-kisi ujian mata pelajaran yang akan diujikan setiap ujian harian sekolah, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. “Aplikasi ini juga menyediakan bahan kisi-kisi persiapan ujian akhir nasional setiap mata pelajaran bagi siswa yang akan menghadapi ujian, dan juga aplikasi ini menyajikan program khusus penilaian guru dan wali murid secara kognitif, afektif, dan psikomotorik bagi setiap siswa nantinya,”ujarnya.
Dijelaskan, era digital dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, haruslah dapat merubah cara pandang guru terhadap proses pembelajarannya. Belajar di era digital tidak lagi terbatas pada dinding-dinding ruang kelas, dengan waktu yang diatur, melainkan belajar tanpa batas ruang dan waktu.
“Belajar hari ini adalah belajar tentang masa depan, belajar tentang kompetisi dan daya saing. Karena itu guru saat ini adalagh guru yang tidak boleh idak bisa komputer, guru yang hampa akan teknologi tidak akan mampu menanamkan daya kristis kepada murid untuk menjadi manusia revolusioner,”ucapnya.
Walaupun demikian, dirinya perlu mengingatkan satu hal kepada para guru atau pendidikan di negeri ini, sering dengan tantangan dan tuntutan untuk punya kemampuan penguasaan terhadap teknologi IT yang baik, tetapi hati atau jiwa tidak boleh termekanisasi dan kaku seperti mesin atau robot, yang menyebabkan kehidupan menjadi individualistik dan teralenisasi dari kehidupan sosial.
“Dengan pembangunan jaringan ini, sekolah SMA/SMK di Maluku dapat lebih menerapkan manajemen pendidikan modern, gurunya berinovasi mengembangkan model-model pembelajaran berbasis teknologi, siswa termotivasi menemukan sumber belajar dan orang tua/masyarakat semakin terpacu membantu pengembangan pendidikan berkualitas di sekolah. (MR-02/IH)











Comment