AMBON,MRNews.com,- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI I Nyoman Cantiasa meminta agar ragam konflik yang terjadi di Maluku-Maluku Utara dapat diselesaikan secara komprehensif dengan tuntas, agar kedepan tidak semakin meluas.
Hal itu tegaskan Nyoman, ketika mengenang masa-masa ketika bertugas dalam penanganan konflik sosial yang terjadi di Kota Ambon 20 tahun lalu.
“Untuk penyelesaian konflik di Maluku dan Maluku Utara haruslah dengan proses alamiah, tak hanya melalui pendekatan kepada masyarakat tetapi juga pendekatan historis. Secara kultur, kita juga harus dapat memahaminya” kata dia saat pengarahan kepada PJU Kodam, Rabu (11/5).
Ia berharap para prajurit yang melaksanakan Satgas baik tugas- tugas Kodim maupun Koramil agar dapat membantu kesulitan rakyat, melakukan pedekatan teritorial, komunikasi sosial dan bersinergi dengan Polri.
Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Richard Tampubolon melalui Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Stepanus Mahury menjelaskan soal gambaran kondisi kewilayahan maupun situasi keamanan Maluku dan Maluku Utara kepada Nyoman.
Menurutnya, secara umum situasi wilayah Maluku dan Maluku Utara cukup aman dan kondusif, meski beberapa waktu lalu terjadi gesekan antar warga di Pulau Haruku.
“Namun keberadaan satuan tugas organik bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa dan kesadaran masyarakat untuk terus memelihara perdamaian dan persaudaraan, sehingga gesekan tersebut dapat dilokalisir dan diredakan agar tidak meluas” ungkap Kasdam.
Sebelumnya diketahui, Pangkogabwilhan III yang tiba di Kota Ambon, Rabu pagi akan melakukan kunjungan kerja.
Selain memberi pengarahan kepada para komandan Satuan, Nyoman juga bakal jumpai Kapolda Maluku. (MR-02)







Comment