by

Paguyuban Masyarakat di Ambon Kini Miliki Wadah Kebangsaan

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambo din melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menginisiasi terbentuknya forum pembauran kebangsaan (FPK) Kota Ambon yang menghimpun paguyuban masyarakat beragam etnis, suku, agama dan golongan, Kamis (30/3).

Sebuah forum yang merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena ikut mengapresiasi terbentuknya forum tersebut. Sebab Ambon ini kota yang majemuk atau heterogen, didiami berbagai macam suku, agama, ras dan golongan.

Karena itu tanggungjawab pemerintah cukup berat untuk bagaimana menjaga keseimbangan di kota Ambon. Sehingga
butuh wadah yang bisa menampung beragam etnis ini dan bisa bersama pemerintah berkontribusi bagi kota ini.

“Apresiasi atas dibentuknya forum ini. Untuk hal baik, Pemkot mendukung FPK yang didalamnya ada beragam paguyuban. Ini bentuk kesatuan hati warga kota mendukung pembangunan kota ini jadi lebih baik,” jelas Wattimena di salah satu hotel di Kota Ambon.

Ambon sebutnya, mesti dibangun dengan kondisi aktual. Tidak bisa lagi pakai cara 10 atau 20 tahun lalu. Tentu dengan memaknai
bahwa kota ini jadi milik bersama. Semua entitas berhak memperoleh perlakuan yang semuanya sama, tanpa ada perbedaan.

“Semua orang yang mendiami kota ini harus merasa bertanggungjawab. Kota ini sudah berikan banyak bagi kita. Saatnya kita beri terbaik juga bagi kota ini. Tidak perlu besar, cukup lakukan tugas masing-masing secara baik. Misal, pedagang jualan sesuai aturan, ASN disiplin dan loyal bekerja, raja/Kades kerja tanpa lakukan Pungli,” ingatnya.

Lebih lanjut Pemkot kata dia, berharap semua orang yang sudah memiliki identitas kota Ambon harus menempatkan rasa ke-Ambonan-nya diatas lainnya agar sama kedudukannya semua. Tentu dengan saling menghargai, menghormati, berbaur.

“Jadikan FPK itu untuk pererat persatuan dan persaudaraan sebagai warga bangsa, warga kota. Pemkot terbuka atas kritik, masukan dan saran untuk membangun Ambon lebih baik kedepannya. Menciptakan harmonisasi hidup tidak mudah, butuh keselarasan, kerjasama,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed