AMBON,MRNews.Id.- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat langkahnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Provinsi Maluku. Pada kesempatan ini OJK provinsi Maluku bersinergi dengan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, telah melaksanakan kegiatan Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga, dan Pengelola Kampung Keluarga Berkualitas.
Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi untuk mengintegrasikan peningkatan literasi keuangan dengan pembangunan keluarga berkualitas sebagai upaya membentuk masyarakat Maluku yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Keluarga yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, mampu merencanakan masa depan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas.
“Membangun keluarga berkualitas tidak hanya berbicara tentang kesehatan dan pendidikan, tetapi juga tentang kemampuan mengelola keuangan secara cerdas. Keluarga yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan” pesan Haramain.
Lebih lanjut dalam sambutannya, Haramain menjelaskan bahwa dengan kolaborasi bersama BKKBN Provinsi Maluku, OJK Maluku ingin memastikan bahwa literasi keuangan hadir hingga ke Kampung Keluarga Berkualitas dan menjadi bekal bagi setiap keluarga untuk mewujudkan kehidupan yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.
“Saya membuka kegiatan ini secara resmi dan saya berharap melalui kegiatan ini para Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan Pengelola Kampung Keluarga Berkualitas yang menjadi peserta kegiatan, tidak hanya menjadi pendamping dalam pembangunan keluarga, tetapi juga menjadi Penggerak Literasi Keuangan Maluku yang mampu mengedukasi masyarakat mengelola keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, dan terlindungi dari berbagai risiko kejahatan di sektor keuangan” tutup Haramain. (**)










Comment