AMBON,MRNews.com,- Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XXI Syaloom Daerah Kota Ambon (Dakota) harus menjadi momen untuk menggumuli masalah kekinian yang terjadi di kota dan gereja (jemaat) khususnya pemuda. Dimana sebagai organisasi kemasyarakatan yang jadi bagian integral dari gereja peran AMGPM sangat dituntut menjadi solutif terhadap permasalahan itu sebagai wujud garam dan terang dunia. Hal tersebut ditegaskan Ketua AMGPM Dakota lewat Ketua II, Niko Timisela saat membuka MPPC XXI AMGPM Syaloom di Gedung Gereja Syaloom, Minggu (13/1/19).
Timisela katakan, forum MPPC bukan untuk saling hakimi tapi wadah mengembangkan pelayanan dan pengkaderan organisasi pemuda gereja melalui evaluasi pelayanan secara baik. Diharapkan nantinya, sinergitas dan koordinatif dengan gereja penting terus dilakukan guna menumbuhkembangkan pelayanan dan kemajuan organisasi dalam kesadaran AMGPM sebagai anak kandung gereja. Tak lupa pengembangan spiritualitas harus terus digalakkan dan jadi perhatian serius, tidak meniadakan spiritualitas sebagai kekuatan iman pemuda. 
“Menjawab masalah kemiskinan dan pengangguran di kalangan pemuda, maka AMGPM perlu mendorong lahirnya wirausaha baru dari kader serta upaya membangun networking untuk implementasinya. Selain itu, kesadaran politik dan demokrasi yang baik harus ditumbuhkan terus bagi pemuda dalam bentuk politik etis dan pola berdemokrasi seperti Kristus apalagi jelang Pemilu 2019,” bebernya.
AMGPM juga lanjutnya, harus jadi sosial control bagi pemerintah agar selalu berada di jalur tepat dalam menjawab kebutuhan dan kepentingan umat. Karenanya, MPPC sebagai forum strategis organisasi bisa menjadi solutif bagi hal-hal tersebut dan masalah kepemudaan lainnya seperti dekadensi moral, miras, judi, narkoba, sex bebas dan penyakit sosial lain. Semua itu juga butuh sinergitas bersama dari berbagai stakeholder secara kontinu agar setidaknya dapat meminimalisir.
Sementara PHMJ Syaloom, Pendeta Decky Picauly dalam sambutan katakan, MPPC sebagai momen organisasi wajib tiap tahun untuk evaluasi program dan belanja, rumuskan program baru serta menetapkan keputusan organisasi lainnya. Penting pula AMGPM harus menjiwai visi misi jemaat sesuai Renstra dan peka pada masalah-masalah jemaat dan jadi garam dan terang dunia bukan saja simbolisasi. Sehingga AMGPM juga harus menyokong pergumulan jemaat, hindari ego sektoral. Sebab seluruh aktivitas AMGPM secara tidak sadar bagian dari menjawab panggilan Kristus.
“Cabang harus bersinergi, berjalan bersama ranting karena pusat pelayanan disitu. Turut aktif support pengembangan pelayanan dan spiritualitas jemaat. MPPC terakhir di periode PC ini, pakai untuk evaluasi positif dan memberi kritik konstruktif bagi pengembangan AMGPM. Mendekati Pemilu, kader AMGPM harus memilih orang yang tepat dan senantiasa berkontribusi bagi organisasi serta bertanggungjawab untuk menjawab problematika kemasyarakatan. AMGPM bertanggungjawab pula menciptakan demokrasi yang baik, aman dan damai,” papar Picauly.
Sebelumnya, Ketua AMGPM Cabang Syaloom, Bobby Diaz mengungkapkan, MPPC adalah forum bergumul bagi pemuda di jemaat Syaloom dalam mengasah ide, gagasan membangun AMGPM melalui peningkatan pelayanan dan pengembangan organisasi. Karena sejatinya, MPPC hanya untuk mengevaluasi realisasi anggaran dan program tahun sebelumnya, menetapkan anggaran dan program kedepan serta menetapkan keputusan strategis lainnya. Apalagi MPPC kali ini jadi yang terakhir karena tahun depan sudah Konfercab untuk memilih kepengurusan yang baru. (MR-02)










Comment