AMBON,MRNews.com,- Sepakbola tak saja menjadi olahraga yang mempersatukan perbedaan, tapi sepakbola juga dipandang menjadi ajang tepat untuk terus pererat silaturahmi apalagi di momen indah dan suci.
Yah, dengan cara itulah Pesepakbola kenamaan Indonesia asal Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) merawat tradisi “pulang kampung” saat Idul Fitri 1444 Hijriah/2023 M.
Sebut saja ada nama Hasyim Kipuw dan Salim Tuharea yang berkiprah di klub Liga 1 bersama Madura United, Rizky Pellu, Hendra Bayauw dan Muhammad Sidik Saimima yang ketiganya sama-sama bermain di mantan jawara Liga 1 2022, Bali United.
Ada pula Alfin Tuasalamony (Persikabo 1973), Ramdani Lestaluhu (Bali United) dan masih banyak lagi punggawa negeri Tulehu yang malang melintang di klub sepakbola tanah air.
Mereka kembali ke tanah kelahiran tak saja karena libur kompetisi Liga 1 dan 2, tapi untuk mempererat tali silaturahmi di hari kemenangan nan Fitri dengan orang tua, keluarga, kerabat hingga pecinta sepakbola di tanah Maluku.

Tradisi pulang kampung Idul Fitri pesepakbola kebanggaan Maluku dan Tulehu itu diisi dengan melakukan laga amal bagi pembangunan masjid di Tulehu melawan Merah Putih FC (Kota Ambon) di Lapangan Matawaru, Tulehu, Minggu (23/4).
Tarung dua babak, Hasyim Kipuw cs unggul 4-2 usai wasit meniup peluit panjang. Gol-gol All Star Liga Indonesia dicetak Salim Tuharea yang memborong tiga gol dan satu gol disumbang Muhammad Sidik Saimima, semuanya di babak pertama.
Dua gol balasan Merah Putih FC disarangkan di babak kedua masing-masing lewat kaki Fanky Pasamba dan Riskandy Lestaluhu, dua punggawa yang juga asal Tulehu.
Kipuw katakan, pulang kampung dan lakukan laga amal ini hajatan sudah sejak dulu dari para senior yang terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasinya.
“Disaat kita sudah jadi pemain profesional, pulang kampung, kita datang untuk lanjutkan tradisi yang sudah dibuat sejak dulu oleh para senior, itu saja,” jelas mantan pemain PSM Makassar itu.
“Kita pulang kampung, ketemu keluarga, silaturahmi juga sama masyarakat di lapangan, menghibur. Setiap tahun Alhamdulillah berjalan lancar,” tambah bek berusia 33 tahun itu.
Ketua laga amal sesion II 2023, Faisal Tuasamu katakan, laga eksebisi antara Merah Putih FC versus All Star Liga Indonesia selain menjalin silaturahmi yang bertepatan momen hari raya Idul Fitri, tetapi juga untuk menggalang dana bagi pembangunan sejumlah Masjid di Tulehu.
Selain Merah Putih FC kata dia, ada 5 tim lagi diundang di laga eksebisi yaitu Persehi Hitu, PS Haruku-Sameth, Latulua FC (klub bola gabungan Mamala-Morela), PS Gemba-Kairatu dan Louruhu FC dari Desa Tengah-tengah.
“Semoga laga eksebisi ini semakin pererat katong punya hubungan sebagai anak Maluku yang cinta sepakbola, tetapi juga bisa terkumpul sebanyak mungkin dana bagi pembangunan masjid melalui tiket masuk,” kunci Tuasamu yang bermain bagi bagi Merah Putih FC. (MR-02)











Comment