by

Maluku Belum Maju, Karel Ralahalu: 2024, Kita Harap Gubernur Baru

AMBON,MRNews.com,- Provinsi Maluku akan memasuki usia ke-77 pada 19 Agustus 2022 mendatang, sama dengan usia Negara Indonesia.

Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno telah memimpin tanah raja-raja ini selama tiga (3) tahun lebih. Artinya setahun lagi, jabatan keduanya akan berakhir.

Namun kondisi Maluku hari ini dirasakan belum maju. Banyak janji kampanye Murad-Orno kepada masyarakat pun belum direalisasikan. Disparitas pembangunan antar kabupaten/kota juga tidak terelakan masih terjadi.

Fakta ini ikut disoroti mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Menurutnya, saat ini Maluku masih belum ada kemajuan signifikan di tiga tahun lebih ini. Sehingga banyak hal yang harus diperbaiki kedepan oleh pemerintah.

“Sebenarnya banyak sekali yah. Tapi itulah merupakan tanggungjawab kita semua yah. Supaya Maluku semakin hari semakin baik,” tandas Ralahalu usai hadiri upacara peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Tribun Lapangan Merdeka, Rabu (17/8).

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Maluku itu kembali tegaskan  banyak sekali hal yang harus dirubah saat ini oleh pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur MI dan Wakil Gubernur Abas Orno dan kedepan.

“Banyak, banyak, banyak. Masalah kemiskinan paling terlihat nyata, kemudian pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” beber Gubernur Maluku dua periode itu.

Oleh sebabnya, purnawirawan TNI Bintang Satu itu berharap nanti di tahun politik 2024 mendatang atau momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, ada pemimpin Maluku yang baru, yang bisa memimpin dan membawa Maluku lebih maju, kearah yang lebih baik dari sekarang.

“Kita berharap nanti di 2024, ada pemimpin yang baru, yang bisa memimpin Maluku lebih maju lagi dari sekarang,” ungkap mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku itu.

Dirinya berharap, di usia 77 tahun Indonesia dan Maluku, Provinsi seribu pulau ini lebih sehat, aman, damai dan sejahtera.

“Harapan yang sama juga dengan momentum HUT ke-77 RI, Maluku kedepan bisa lebih maju di bidang pembangunan, pendidikan, kesehatan dan bisa keluar dari kemiskinan,” pungkasnya.

Diketahui Karel Albert Ralahalu menjadi Gubernur Maluku periode 2003-2008 ketika berpasangan dengan Wakil Gubernur Muhamad Abdullah Latuconsina, atau akrab disapa Memet Latuconsina.

Karel dan Memet terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dalam Sidang Paripurna DPRD Maluku, di Ambon, Sabtu (16/8/2003).

Pasangan ini mengalahkan tiga pasangan calon lainnya dengan meraih 20 suara dari 44 anggota Dewan yang hadir.

Tiga pasangan lain adalah Zeth Sahuburua-Tahir Laitupa dari Fraksi Partai Golongan Karya yang meraih 18 suara, Frans Dewana-Yusup Osep yang diajukan Fraksi Penggalang, dan Yusup Rahimi-Chris Tanasale dari Fraksi Penegak. Dua pasangan terakhir tidak mendapat suara karena enam suara sisa dinyatakan rusak.

Kemudian di periode berikut, Karel yang saat itu Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku menggandeng Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku saat itu, Said Assagaff. Pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan sejumlah partai itu, berhasil menangi Pilkada.

Pasangan RASA, tagline Ralahalu-Assagaff saat itu pun ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Maluku sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Maluku masa bakti 2008-2013 setelah berhasil mengantongi 62,14 persen dari total 728.521 suara yang sah. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed