by

Legislator NasDem Sesalkan Rencana Pimpinan DPRD Tiadakan Ruang Pers

AMBON,MRNews.com,- Legislator Partai NasDem, Mourits Tamaela menyesalkan adanya rencana pimpinan DPRD Kota Ambon yang akan meniadakan ruang pers di Gedung Baileo Rakyat Belakang Soya.

Menurut Tamaela, meski belum realisasi, namun pernyataan dan rencana tersebut tidak elok jika berjalan. Pasalnya pers merupakan mitra kerja DPRD yang sangat strategis dan harus disediakan ruang khusus bagi mereka bekerja.

“Pernyataan itu saya baru dengar setelah membaca berita soal penutupan ruang pers beberapa hari lalu yang katanya atas instruksi pimpinan. Meski sudah dibuka, tapi harapannya ruang itu tidak lagi dikunci apalagi dialihfungsikan atau ditiadakan,” tegas Tamaela, Jum’at (29/7).

Sebagai wakil rakyat yang adalah mantan jurnalis, dirinya ikut merasakan apa yang dialami kawan-kawan pers yang bertugas di DPRD Kota Ambon.

Dengan membiarkan mereka “kalalerang” diluar tanpa ada fasilitas negara disediakan, sama saja dengan DPRD membuat resistensi. Karena itu, meski ruangan sudah dibuka, namun harapannya kedepan tidak ada lagi kunci atau tutup pintu ruang pers.

“Saya mantan wartawan jadi paham benar dinamika kerja dan psikologis kawan-kawan. Kita di DPRD juga selama ini besar, rakyat tahu jejak kerja kita juga dari pemberitaan positif media. Jadi harus rangkul mereka, bangun harmonisasi, bukan ciptakan resistensi,” ingat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon itu.

Oleh sebab itu, wacana pasca ruang pers di resmikan seiring janji Ketua DPRD yang akan mengisi fasilitas penunjang dan lainnya guna membantu perlancar kerja pers “dengan pengecualian” namun hingga kini tak kunjung ada, Tamaela pastikan akan berupaya maksimal agar kebutuhan fasilitas ruang pers bisa direalisasi.

“Mungkin karena satu dan lain hal sehingga janji belum terpenuhi, entahlah. Tapi itu soalnya yang juga akan saya coba bisa menjawab dengan upaya maksimal. Agar fasilitas yang menunjang teman-teman media bekerja di DPRD bisa ada,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan, ruang pers DPRD di lantai I sempat ditutup, Rabu (27/7) tanpa diketahui sebabnya. Hanya karena ada instruksi pimpinan ke Sekwan, sesuai penjelasan salah satu staf Sekretariat DPRD.

Desakan beberapa anggota DPRD seperti Hary Far-far untuk membuka (saat itu) tak jua berhasil. Harapan ke Wakil Ketua DPRD Rustam Latupono untuk bantu komunikasi, malah diacuhkan begitu saja. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed