AMBON,MRNews.com,- Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tunggal di kota Ambon kembali memakan korban jiwa tepatnya di kawasan jalan Dr Johanes Leimena, Dusun Riang Desa Tawiri kecamatan Teluk Ambon, Selasa (06/03) sekitar pukul 11.30 WIT.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, tiga orang korban yang diketahui merupakan pegawai BPKP Provinsi Maluku dilaporkan meninggal dunia. Masing-masing Lady Manuhutu, 29 tahun. Korban kedua Andika Virgianti Kasturian, 32 tahun. Keduanya merupakan honorer pada BPKP Maluku. Sebelum meninggal, kedua korban sempat dilarikan ke RS AURI Laha untuk mendapatkan pertolongan.
Sedangkan korban meninggan dunia ketiga, tercatat bernam Aziz Saleh Latuconsina, yang sehari-harinya menjabat sebagai Kasubag Keuangan BPKP Maluku, berusia 36 tahun. Latuconsina sempat dilarikan ke RS. Bhayangkara Tantui namun meninggal dunia.
Sementara korban luka – luka diantaranya atas nama Bustami Snith (Pengemudi) 47 tahun, pekerjaan PNS BPKP, Gadri Husein, 47 tahun juga PNS BPKP. Serta Somat Laluari, 24 tahun dan Asdin Obe, 42 tahun, keduanya merupakan honorer di BPKP Maluku.
“Korban meninggal atas nama Lady Manuhuttu, 29 tahun, mengalami patah leher dan keluar darah dari hidung dan mulut. Kemudian Andika Firgiyati Kasturian , 32 tahun alami patah lengan kiri dan juga mengeluarkan darah dari mulut, hidung dan telinga. Keduanya honorer di BPKP Maluku. Serta 1 korban meningal lainnya yakni Azis Saleh Latukonsina, 36 tahun PNS BPKP Maluku,” tandas Kapolsek Teluk Ambon, IPTU Megawati Maruanaya kepada media ini.
Artinya kata Maruanaya, jumlah korban luka ada empat (4) orang termasuk pengemudi sedangkan korban meninggal ada 3 orang. Semuanya merupakan pegawai BPKP Maluku.
“Setelah kecelakan, korban yang kritis dilarikan ke RS AURI Laha oleh masyarakat setempat. Namun selanjutnya di rujuk ke RS Kudamati dan akhirnya ketiga orang tersebut meninggal dunia,” ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi Crispi Siplaus, 68 tahun merupakan pensiunan pertanian Negeri Tawiri yang tinggal seputar TKP, menjelaskan awal mula mobil jenis kijang kapsul bernopol DE 79 A iti melaju dari arah negeri Hative Besar menuju Bandara Pattimura dengan kecepatan tinggi.
Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi membawa enam penumpang itu pun kata saksi, saat di TKP ingin melambung sebuah mobil yang tidak di ketahui identitas tersebut. Namun karena terkejut ada mobil datang dari arah berlawanan sehingga pengemudi langsung menginjak rem, dan membanting setir ke arah kiri. Mobil kemudian hilang kendali serta mengalami pecah ban depan kanan. Mobil tetap melaju dan menabrak tembok beton yang berada di ruas kiri jalan hingga mobil terangkat kira-kira 5 meter dan terplanting kembali ke ruas jalan tengah dan terbalik, kemudian muncul percikan api hingga kemudian mobil terbakar.
“Seketika itu pun penumpang yang berada dalam mobil terlempar ke luar, kemudian muncul percikan api dari mobil hingga terbakar. Saat sebelum mobil terbakar para penumpang bersama pengemudi mobil sudah dievakuasi oleh masyarakat sekitar dan melarikan ke RS terdekat. Kemudian dari tim Damkar bandara mendatangkan dua (2) unit mobil dan langsung memadamkan api,” tutup saksi. (Mg-08)









Comment